Wajo, Upeks.co.id — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo sepakat libatkan Forum Komunikasi Pengembang (FKP) Developer Kabupaten Wajo kelola sampah perumahan secara mandiri.
Terkuak usai kedua pihak bersilaturahmi di Kantor DLH Wajo, JL Kejaksaan, Kecamatan Tempe, Sengkang, Minggu (29/3/2026).
Pertemuan dipimpin Kepala DLH Wajo, Andi Fakhrul Rijal, hadir pula jajaran dan staf lainnya.
Kemudian, Ketua FKP Developer Kabupaten Wajo, Asrul Sani dan jajaranya.
Kadis DLH Wajo Andi Rijal mengemukakan pihaknya melakukan pertemuan itu sebagai mitigasi dan penanganan pengelolaan lingkungan hidup.
Terlebih, upaya juga dilakukan secara konsisten dari tahun ke tahun.
Namun, seiring waktu muncul berbagai kendala yang menghambat kinerja optimal.
“Masalah utamanya berada pada anggaran operasional, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana, terutama dalam pengelolaan sampah,” ungkap Andi Rijal.
Lanjut, kata dia kendala anggaran operasional terjadi karena pesatnya pengembangan perumahan oleh para developer yang tidak diimbangi dengan penambahan anggaran di DLH
“Kita kewalahan dan kendala biaya operasional sehingga tidak bisa bekerja maksimal, makanya kita ajak developer perumahan,” katanya.
“Pengelolaan sampah di perumahan-perumahan developer dilakukan secara mandiri oleh masing-masing pengembang, sebaiknya,” tambah Andi Fakhrul Rijal.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar pihak swasta, khususnya developer perumahan, ikut terlibat aktif.
“Di mana ada perumahan yang dibangun oleh pengembang, di situ akan muncul dampak besar, salah satunya masalah sampah,” paparnya.
“Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, sampah akan berserakan di mana-mana, kota Sengkang menjadi kotor, dan udara tidak sehat. Percuma kita olahraga jalan atau lari kalau udara kita tidak sehat,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, pihak developer menyatakan siap menerima arahan dari Dinas Lingkungan Hidup dan bersinergi ke depannya.
“Kedepannya, developer yang baru maupun yang sedang berjalan akan melakukan pengelolaan sampah secara mandiri di kawasan perumahannya,” kata Ketua FKP Asrul Sani mewakili para peserta.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan pelaku usaha properti dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Wajo.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal paparkan strategi pengelolaan sampah di Kabupaten Wajo.
Strategi itu dinilai efektif mengurangi persoalan tumpukan sampah di kawasan pemukiman dan padat penduduk, khususnya di Jalur Dua Sengkang.
Ia bakal menggandeng developer perumahan dan pemerintah kelurahan.
Kemudian, berencana menyiapkan kendaraan yang bertugas mengangkut sampah rumah tangga menyisi rumah warga yang ada di perumahan tersebut.
“Setelah kami amati harus ditangani dari pangkalnya dulu. Artinya, kita mesti menyediakan kendaraan pengangkut sampah yang bertugas di setiap perumahan,” ujarnya.
Mengapa perumahan, kata Andi Rijal karena kebanyakan warga yang bermukim di perumahan minim tempat pembuangan sampah sementara.
“Nanti teknisnya kami gandeng semua developer perumahan. Mereka (developer) yang menyediakan kendaraan, DLH dan Kelurahan bagian operasionalnya, minimal 2 unit mobil atau motor tiga roda lah setiap perumahan,” paparnya.
“Sehingga akan lebih terstruktur dan teratur pengangkutan sampah rumah tangga di setiap perumahan. Jadi, warga hanya menunggu kedatangan kendaraan pengangkut sampah, tanpa repot mencari tempat pembuangan lainnya,” sambungnya menambahkan.
Pejabat yang baru dilantik sepekan lalu oleh Bupati Andi Rosman itu melihat Jalur Dua Sengkang saat ini wajib menjadi fokus pembersihan sampah.
“Kita mulai dari sana dulu, karena memang lokasinya padat pemukiman dan banyak perumahan. Setelah itu kita akan menyisir perumahan lain yang penanganan sampahnya belum efektif,” tegasnya.
Andi Fakhrul Rijal menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo usai dilantik Bupati Andi Rosman, Rabu (4/3/2026) lalu bersama 364 pejabat lainnya.(rls)

