MAKASSAR, UPEKS.co.id – UNICEF bersama Yayasan Jenewa Madani Indonesia (JENEWA), Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Sulsel, dengan dukungan Tanoto Foundation, menggelar Orientasi Mahasiswa Peduli Gizi di Hotel Horison Ultima Makassar.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Sedunia 2025, yang mengusung tema “Prioritaskan Menyusui, Membangun Sistem Dukungan Berkelanjutan.”
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa gizi dan kesehatan masyarakat dari 11 perguruan tinggi di Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif, sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam edukasi, konseling, serta kampanye kesehatan ibu dan anak.
Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, menyebut mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki tanggung jawab menyebarluaskan ilmu gizi kepada masyarakat.
“Mahasiswa perlu terlibat dalam pencegahan stunting sejak remaja hingga upaya perbaikan gizi ibu hamil, bayi, dan balita. Kita juga mendorong terbentuknya aliansi mahasiswa peduli gizi di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Nutrition Officer UNICEF, Nike Frans, menegaskan bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi dan tidak tergantikan oleh produk lain.
“Praktik menyusui kerap terkendala oleh maraknya promosi susu formula serta kurangnya dukungan di fasilitas kesehatan. Karena itu, edukasi dan konseling menjadi kunci dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa sebagai calon orang tua masa depan,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, M. Ishaq Iskandar, menambahkan bahwa menyusui adalah investasi kesehatan terbaik bagi anak.
“Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan, dan dilanjutkan dengan MPASI, merupakan praktik penting. Menyusui yang tepat tidak hanya melindungi anak dari penyakit, tetapi juga mampu menekan biaya kesehatan,” tegasnya.
Dalam orientasi ini, mahasiswa mendapatkan pelatihan teori dan praktik konseling menyusui, diskusi mengenai peran mereka dalam penanggulangan stunting, wasting, dan obesitas, serta materi tentang teknik menyusui, perawatan payudara, hingga kebijakan ramah ibu di tempat kerja.
Setelah kegiatan, para mahasiswa diharapkan dapat merancang program di komunitas masing-masing, menyebarkan informasi yang benar mengenai menyusui, serta mendukung program pemerintah dan mitra dalam meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat. (eky)




