Mahasiswa  Bahasa Inggris, UNM, Observasi di Dua SD

Mahasiswa  Bahasa Inggris, UNM, Observasi di Dua SD

Makassar, Upeks.co.id –  Mahasiswa  Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, UNM, melakukan observasi di dua sekolah dasar berbeda di Kota Makassar. UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang III dan UPT SPF SD Inpres Mallengkeri Bertingkat I.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Methods of Teaching. Untuk memahami dinamika serta efektivitas proses pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.

Bacaan Lainnya

Observasi pertama dilakukan di kelas V SD Inpres Perumnas Antang III.  Fokus pada materi Bahasa Inggris “How Tall Are You?”.

Guru pengampu, Miss Waode Syamsiar, S.Pd., menerapkan metode Direct Method dan Cooperative Learning.

Melalui pendekatan tersebut, siswa didorong untuk aktif berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan bekerja sama secara kolaboratif dalam kelompok.

Penggunaan media visual dan aktivitas menggambar terbukti meningkatkan pemahaman siswa terhadap kosakata dan struktur kalimat secara kontekstual.

Ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh Miss Syam seperti yang beliau katakan pada sesi wawancara.

“Tantangan dalam mengajar? Manajemen kelas sih.. Karena siswa mungkin masih mau mengekspor banyak. Mereka sangat aktif sekali siswa juga susah sekali disuruh diam. dalam beberapa menit saja mereka itu langsung ribut supaya suasana kelas bisa kondusif mereka harus dikasih aktivitas setiap saat supaya ada yang mereka lakukan.” ujar Miss Syam.

Sementara itu, pada tanggal 20 Maret 2025, kelompok mahasiswa lainnya melakukan kunjungan observasi ke kelas III di SDI Mallengkeri Bertingkat I. Di sekolah ini, mahasiswa mengamati bagaimana guru kelas, Miss Siti Sakiyah Asbar S.Pd., membangun suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Siswa terlihat antusias mengikuti pelajaran, aktif dalam diskusi, serta sigap mengerjakan tugas yang diberikan.

Meskipun demikian, tantangan tetap dihadapi oleh guru dalam menjaga keteraturan suasana kelas.

“Ada banyak sekali tantangannya, salah satunya adalah anak SD dengan ciri khas keributannya. Jadi, kita harus lebih tegas agar suasana di kelas menjadi kondusif dan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” ujar Miss Siti.

Dari kedua lokasi observasi, mahasiswa mendapatkan wawasan penting mengenai praktik pengajaran yang efektif, kendala lapangan, serta pentingnya adaptasi metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa dan kondisi kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan proses belajar mengajar tidak hanya ditentukan oleh materi atau metode yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas dan membangun interaksi yang bermakna dengan peserta didik.

Observasi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman para mahasiswa calon pendidik dalam menerapkan teori pengajaran secara nyata di lapangan, serta menjadi bekal berharga dalam pengembangan keterampilan profesional mereka ke depan.(rls)