Bulukumba, Upeks–Dalam beragama terdapat tiga poin penting, yaitu Agama itu sendiri, Ilmu Agama dan Cara Beragama. Menurutnya, jika hal ini tidak dipahami secara arif dan bijaksana maka akan memicu timbulnya keretakan bahkan gesekan sosial.
“Agama itu ada di rana privat yang tidak bisa diganggu gugat. Sedangkan Ilmu Agama itu memunculkan banyak pendapat sehingga kita harus bijak memaknainya. Itu ibarat menu makanan yang dihidangkan. Silahkan pilih sesuai selera namun jangan menyalahkan orang, dan yang terakhir adalah cara kita beragama, dimana tidak jarang ada doktrin yang menafikan cinta kasih dan kerja sama,” urai H Ali Yafid, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Di STAI AL-Gazali Bulukumba, Sabtu 25 Januari 2025.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H Ali Yafid dalam kunjungan kerja di Bulukumba menghadiri dan mengisi kegiatan di sejumlah tempat.
Kunjungan kerja di Bumi Panrita Lopi itu, diawali di STAI AL-Gazali Bulukumba dan berakhir di Pondok Pesantren As’adiyah Baburrahman Galung Beru Kecamatan Gantarang yang berjarak sekira 28 kilometer dari Ibu kota Kabupaten Bulukumba.
Di STAI AL-Gazali, Ali Yafid bertindak sebagai narasumber pada kegiatan Seminar Pendidikan dengan mengangkat tema “Implementasi Penguatan Moderasi Beragama Untuk Membangun Peradaban”.
Mengawali paparan materinya, Ali Yafid mengatakan bahwa persoalan moderasi beragama sudah sekian lama didengungkan dan disosialisasikan oleh Kemenag Sulsel.
“Ini penting untuk memberi pembelajaran, pengetahuan dan pemahaman, baik di internal ASN Kemenag Sulsel maupun kepada masyarakat luas tentang arti saling menghargai di tengah keberagaman,” ungkapnya.
Ditambahkan, meyakini agama yang dianut sebagai kebenaran, itu mutlak, namun harus menghargai dan toleran terhadap penganut agama dan kepercayaan yang lain. Ali Yafid kemudian menjelaskan 9 nilai moderasi beragama, yaitu Kemanusiaan, Kemaslahatan umum, Adil, Berimbang, Taat konstitusi, Komitmen kebangsaan, Toleransi, Anti kekerasan, dan Penghormatan kepada tradisi.
“Tugas kita di muka bumi ini ada dua, yaitu sebagai khalifah dan untuk menyembah Allah. Sebagai khalifah, kita harus sadar bahwa kita adalah makhluk sosial yang harus menghormati dan hidup rukun berdampingan dengan agama lain. Jadikan agama itu sebagai ethos sehingga manifestasi prilaku kita senantiasa bersandar pada nilai-nialai agama,” pungkasnya.
Kegiatan seminar ini turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Bulukumba H. Misbahuddin yang juga bertindak selaku pemateri. Hadir pula Ketua Yayasan STAI Al-Gazali, K.H. Tjamiruddin, Ketua STAI Al-Gazali H. Irmansyah, Ketua PCNU Kab. Bulukumba serta Mahaiswa STAI Al-Gazali dan Siswa Siswi MAN 2 Bulukumba.
Launching E Sirapi App MAN 2 Bulukumba
Saat menyambangi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bulukumba. Di Madrasah ini Ali Yafid melaunching aplikasi E Sirapi.
“Banyak perubahan signifikan yang kami lakukan selama 5 tahun memimpin MAN 2 Makassar. Prestasi akandemik dan non akademik juga ditorehkan anak-anak kami, baik tingkat kabupten. regional, nasional, maupun internasional. Kali ini kami membangun aplikasi E Sirapi, yang di dalamnya terintegrasi E Jurnal, E Topole, E Lamaccar, E Sipakatau dan E Sipato,” jelas Kepala MAN 2 Muhammad Anas dalam sambutan penyambutan Kakanwil.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel mengungkapkan, MAN 2 Bulukumba cukup mendapatkan atensi dari Kementerian Agama selama ini, seperti pembangunan gedung SBSN di tahun 2024, termasuk pengangkatan sejumlah Guru Tidak Tetap (GTT) menjadi ASN melalui formasi PPPK.
“GTT tinggal 1 orang yang tidak masuk dari MAN 2 Bulukumba. Kita upayakan bisa juga ikut seleksi nantinya sehingga dapat juga terangkat seperti 200 PPPK Bulukumba yang baru saja dinyatakan lulus,” kata Ali Yafid.
Ali Yafid mengapresiasi dan merasa bersyukur dengan hadirnya layanan berbasis digital di sejumlah madrasah di Sulsel, salah satunya di MAN 2 Bulukumba lewat E Sirapi App.
“Saya bangga dan bersyukur jika seluruh layanan itu berbasis digital. Ini tentu akan lebih efisien, efektif, serta dapat meminimalisir kendala dan tentunya less paper. Termasuk usulan kenaikan pangkat akan berbasis degital. nda ada lagi tanya-tanya siapa yang tangani kabupaten A, B dan seterusnya,” ujar Ali Yafid.
Melalui E Sirapi ini, harapnya, orang tua siswa juga dapat mengakses sehingga tahu apa dan bagaimana kondisi anaknya di madrasah, termasuk dapat memantau suasan proses pembelajaran madrasah.
Sementara di Pondok Pesantren As’adiyah Baburrahman Galung Beru. Kakanwil didaulat memberikan sambutan pada acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Adapun hikmah Isra Mi’raj disampaikan oleh Rektor Universitas As’adiyah Sengkang, Dr.Hj. Indo Santalia, M.Ag. Tampak Ketua Yayasan Ponpes Baburrahman KM. Rusli Rahman, serta Pimpinan Pondok Abd. Azis Nonci dan santri Ponpes As’adiyah Baburrahman Galung Beru Bulukumba. (rls)

