Makassar, Upeks.co.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tidak memilih menunggu laporan di balik meja.
Ia menyusuri lorong-lorong sempit di kawasan utara kota, membuka keran di rumah warga, dan memastikan sendiri apakah air PDAM benar-benar telah mengalir setelah bertahun-tahun menjadi keluhan.
Pagi itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, berjalan memasuki lorong-lorong sempit di kawasan utara kota. Ia tidak datang membawa seremoni. Ia datang untuk membuka keran air di rumah warga.
Bagi Appi, laporan di atas kertas belum cukup. Ia ingin melihat sendiri apakah air bersih dari Perumda Air Minum Makassar benar-benar sudah sampai ke rumah masyarakat.
“Hari ini saya memastikan langsung apakah laporan PDAM bahwa air sudah mengalir memang sesuai dengan kondisi di lapangan. Alhamdulillah, di beberapa lokasi yang kami datangi air memang sudah mengalir,” katanya.
Peninjauan dilakukan setelah beroperasinya sambungan pipa dari Intake Manggala. Infrastruktur itu menjadi salah satu langkah penting Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat pasokan air bersih ke wilayah utara yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan distribusi.
Perjalanan dimulai dari RT 1/RW 6, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo. Dari sana, Appi menyusuri lorong-lorong di Jalan Sultan Abdullah Raya, Kelurahan Kaluku Bodoa, hingga kembali mengecek rumah-rumah warga di RT 2/RW 5.
Di setiap titik, ia membuka keran, memeriksa tekanan air, mengecek meteran pelanggan, dan berbincang dengan warga.
Cerita yang ia dengar beragam. Ada warga yang sudah menikmati aliran air selama dua bulan. Ada yang baru merasakannya dua pekan terakhir. Ada pula yang mengingat masa ketika air hanya datang tengah malam dengan debit yang kecil.
“Bahkan ditunggu sampai begadang pun kadang tidak mengalir. Sekarang saat kami datang, airnya masih mengalir,” ujar Appi.
Namun ia menegaskan pekerjaan belum selesai. Masih ada keluhan mengenai kualitas air yang belum sepenuhnya jernih. Hal itu, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan jajaran direksi Perumda Air Minum Makassar.
“Pelayanan belum boleh berpuas diri. Kualitas air harus terus diperbaiki agar masyarakat benar-benar mendapatkan layanan yang layak,” tegasnya.
Usai meninjau permukiman, Appi melanjutkan inspeksi ke reservoir atau gudang pompa induk Perumda Air Minum Makassar di Jalan Gatot Subroto. Ia memastikan sistem distribusi tetap berjalan optimal, terutama saat Kota Makassar mulai memasuki musim kemarau.
Menurutnya, ketersediaan air baku harus dijaga agar proses produksi dan distribusi tidak terganggu. Air bersih, kata dia, adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh terhenti.
Appi menilai peningkatan jaringan distribusi mulai menunjukkan hasil. Sejumlah kawasan yang selama ini dikenal sebagai titik rawan pasokan kini mulai menikmati layanan yang lebih baik.
Bagi Pemerintah Kota Makassar, keberhasilan bukan diukur dari selesainya proyek atau panjangnya pipa yang terpasang. Keberhasilan diukur dari satu hal yang sederhana: ketika warga membuka keran di rumahnya, air benar-benar mengalir.(*)

