Reses Hartono di Antang, Warga Keluhkan Tawuran Remaja dan Minimnya Fasilitas Kreativitas Anak Muda

Reses Hartono di Antang, Warga Keluhkan Tawuran Remaja dan Minimnya Fasilitas Kreativitas Anak Muda

MAKASSAR, UPEKS– Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Hartono, kembali melaksanakan Reses Ketiga Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026. Kegiatan tersebut merupakan titik kedelapan pelaksanaan reses yang digelar di Jl. Dg. Tawalla Nipa-Nipa RT. 03 RW.04 Kel. Antang Kec. Manggala, Sabtu (13/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyoroti maraknya aksi tawuran yang melibatkan anak-anak muda di sejumlah wilayah sekitar. Kondisi tersebut dinilai semakin meresahkan masyarakat karena berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

Bacaan Lainnya

Warga juga menyoroti minimnya ruang dan fasilitas yang dapat digunakan generasi muda untuk menyalurkan bakat, minat, serta kreativitas mereka secara positif.

Karena itu, warga berharap Pemerintah Kota Makassar dapat menghadirkan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan kepemudaan, seperti lapangan olahraga, pusat kegiatan kreatif, ruang komunitas, maupun fasilitas lainnya yang dapat menjadi wadah pembinaan bagi anak-anak muda.

Selain dapat mengembangkan potensi generasi muda, keberadaan fasilitas tersebut juga diyakini mampu mengurangi aktivitas negatif dan mendorong lahirnya berbagai kegiatan yang produktif di tengah masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Hartono menyampaikan bahwa persoalan kenakalan remaja dan tawuran perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak, baik pemerintah, keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Ia menegaskan bahwa masukan yang disampaikan warga akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui DPRD Kota Makassar dan dikoordinasikan dengan instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti dalam program pembangunan maupun pembinaan kepemudaan.

“Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi terkait penanganan tawuran dan penyediaan fasilitas bagi anak muda tentu akan kami perjuangkan agar dapat menjadi perhatian pemerintah,” ujar Hartono. (jir)