Petugas Layanan Lansia Debarkasi Makassar, Upayakan Jemaah Merasa Lebih Nyaman

Petugas Layanan Lansia Debarkasi Makassar, Upayakan Jemaah Merasa Lebih Nyaman

MAKASSAR, UPEKS— Pelayanan bagi jemaah lanjut usia (lansia) menjadi perhatian utama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar dalam proses pemulangan jemaah haji ke Tanah Air. Berbagai penyesuaian dilakukan untuk memastikan para lansia mendapatkan layanan yang nyaman, aman, dan bermartabat sejak tiba hingga diserahkan kepada panitia daerah.

Ketua Seksi Layanan Lansia dan Disabilitas Asrama Haji Sudiang Makassar, H. Ambo Tuo, mengatakan bahwa pola pelayanan pada masa pemulangan berbeda dengan saat pemberangkatan. Jika pada fase keberangkatan terdapat aktivitas penerimaan dan pemberangkatan yang berlangsung secara bersamaan sehingga relatif padat, maka pada fase debarkasi fokus utama adalah menerima jemaah yang tiba dan memastikan mereka dapat kembali ke daerah asal dengan baik.

Bacaan Lainnya

“Pada pemulangan ini fokusnya setelah jemaah diterima dan kemudian diserahkan kepada panitia daerah. Jadi penanganannya lebih terarah, terutama bagi jemaah lansia dan disabilitas,” ujar Ambo Tuo, didampingi M Taufan, petugas layanan lansia lainnya.

Menurutnya, layanan lansia menjadi prioritas utama karena kualitas pelayanan kepada kelompok ini menjadi indikator keberhasilan layanan secara keseluruhan.

“Prinsip kami, kalau pelayanan lansia sudah bagus, hampir dipastikan pelayanan yang lain juga akan ikut bagus. Karena itu kami memaksimalkan layanan bagi lansia agar tidak ada satu pun yang merasa tidak terlayani,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, pihaknya melakukan sejumlah penyesuaian, termasuk penataan ulang area penerimaan jemaah di asrama haji. Posisi tempat duduk lansia yang sebelumnya berada di sisi area penerimaan kini dipindahkan ke lokasi yang lebih strategis.

“Tempat lansia di dalam asrama kami ubah. Kami tidak ingin ada kesan bahwa lansia ditempatkan di pinggir dan tidak bisa mengikuti proses penerimaan. Sekarang posisinya menghadap ke depan sehingga mereka tetap bisa menyaksikan dan mengikuti proses penerimaan serta penyerahan kloter kepada panitia daerah dengan baik, meskipun tetap berada di kursi roda,” jelasnya.

Ambo Tuo menambahkan, petugas terus mendampingi jemaah lansia sejak turun dari kendaraan hingga proses serah terima kepada panitia daerah selesai dilakukan. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan seluruh kebutuhan jemaah dapat terpenuhi selama berada di Asrama Haji Sudiang.

“Alhamdulillah sampai hari ini semua berjalan lancar. Jemaah lansia kita terlayani dengan baik, tidak ada hambatan, dan mereka juga merasa nyaman. Kami terus mendampingi sampai betul-betul diserahkan kepada panitia daerah,” tuturnya.

Pelayanan ramah lansia ini menjadi bagian dari komitmen PPIH Debarkasi Makassar untuk menghadirkan layanan haji yang inklusif dan humanis, khususnya bagi jemaah yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih selama proses kepulangan dari Tanah Suci.(*)