MAROS, Upeks.co.id — Empat anggota DPRD Maros akan bertarung memperebutkan kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Maros pada Musyawarah Kabupaten (Muskab) KADIN Maros 2026.
Ketua Panitia Muskab KADIN Maros, Hardi Afandi, mengatakan keempat kandidat tersebut yakni Andi Safriadi, Arie Anugrah, Bambang Jayanto, dan Hannani.
Menurutnya, seluruh bakal calon telah mendaftar dan mengikuti tahapan yang ditentukan panitia.
“Muskab akan digelar Jumat malam, 8 Mei 2026, di Cafe Galaxy,” katanya.
Ia menjelaskan, panitia pelaksana juga akan menetapkan nama-nama kandidat yang dinyatakan lolos sebagai calon ketua pada forum Muskab malam ini.
Salah satu kandidat, Andi Safriadi, mengaku memiliki kedekatan emosional dengan organisasi KADIN sejak aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
“KADIN adalah organisasi yang saya cintai selain HIPMI. Karena regenerasi dari HIPMI setelah itu merambah ke KADIN,” katanya.
Ia mengatakan, sejak menjabat Ketua HIPMI Maros pada 2016 lalu, dirinya telah meniatkan diri untuk maju sebagai calon Ketua KADIN Maros.
“Sejak saya menjabat Ketua HIPMI tahun 2016, saya sudah niatkan suatu saat nanti saya akan maju menjadi kandidat Ketua KADIN di Maros,” katanya.
Politikus PAN itu juga mengaku mengagumi sosok Ketua KADIN Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras, yang menurutnya banyak mendukung pengusaha muda berkembang.
“Beliau sangat mengayomi teman-temannya dan adik-adiknya, terutama saat di HIPMI. Banyak membantu dan mensupport pengusaha muda untuk berkembang,” ujarnya.
Jika terpilih, ia berjanji akan membawa KADIN Maros menjadi lebih eksis dan meningkatkan peran organisasi dalam mendukung dunia usaha.
“Insyaallah apabila saya diberi kepercayaan oleh teman-teman KADIN, saya akan membawa KADIN Maros lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menargetkan pengadaan sekretariat permanen bagi KADIN Maros.
“Selama ini belum pernah ada sekretariat KADIN,” ujarnya.
Terkait peningkatan kolaborasi investor dengan pengusaha lokal, ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi hal penting.
“Kolaborasi itu akan diperkuat melalui jaringan pengusaha di HIPMI dan KADIN agar investor dari luar bisa berkolaborasi dengan pengusaha lokal di Maros,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan perbankan terhadap pelaku UMKM.
“KADIN harus menjadi wadah agar UMKM di Maros bisa disupport oleh perbankan, khususnya bank-bank Himbara yang ada di Maros,” katanya.
Sementara itu, kandidat lainnya, Arie Anugrah, mengatakan dirinya ingin menjadikan KADIN Maros sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah berbasis kerakyatan.
“Motivasi saya karena ingin menjadikan KADIN Maros sebagai penggerak ekonomi daerah dengan mengajak investor berkolaborasi dengan pengusaha lokal,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran investor penting, namun masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Perlu ada yang menghubungkan peran pemerintah, investor, dan pengusaha lokal khususnya UMKM di Maros,” katanya.
Ia menilai KADIN harus menjadi konektor antara investor dan pengusaha lokal agar pelaku usaha di Maros dapat menjadi bagian utama dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Caranya dengan menjadikan KADIN sebagai konektor hadirnya investor dan melibatkan pengusaha lokal di Maros sebagai pelaku utama,” imbuhnya.
Arie juga berencana menghadirkan rumah UMKM di sekretariat KADIN dan membangun ekosistem pengembangan usaha kecil menengah.
“Di sekretariat KADIN nanti kita akan buat rumah UMKM dan program kerja yang fokus membangun ekosistem peningkatan kualitas UMKM,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam menjalankan usaha.
“Pengusaha hari ini harus banyak menambah pengetahuan tentang teknologi karena itu bagian dari solusi menekan modal,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan media sosial dan sistem pre-order menjadi salah satu contoh usaha yang bisa dijalankan dengan modal minim.
“Hanya karena keterbatasan pengetahuan teknologi, akhirnya masih banyak yang menggunakan cara-cara manual,” tutupnya.(rls)

