Gowa, Upeks.co.id — Ada anak-anak yang tetap pergi ke sekolah meski hidup mereka tidak selalu mudah. Mereka membawa buku dengan tangan yang terbiasa membantu orang tua di rumah. Di Gowa, bantuan pendidikan itu datang kepada mereka—bukan sebagai hadiah besar, melainkan sebagai tanda bahwa masih ada yang peduli pada masa depan anak-anak yang memilih bertahan belajar di tengah kekurangan.
Di ruang sederhana Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Gowa, bantuan pendidikan diserahkan kepada beberapa sekolah pada Selasa, 19 Mei 2026. Tidak ada suasana yang berlebihan. Hanya beberapa guru, perwakilan sekolah, dan nama-nama murid yang dipanggil satu per satu.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan pendidikan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Gowa. Bantuan itu ditujukan kepada murid-murid dari keluarga kurang mampu yang tetap berusaha melanjutkan sekolah.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Kabupaten Gowa, Firdaus, S.Pd., M.Pd., M.M., menyerahkan bantuan tersebut kepada pihak sekolah penerima manfaat. Tiga sekolah menerima bantuan, yakni SMAN 8 Gowa, SMAN 17 Gowa, dan SMAS Hasanuddin.
Firdaus mengatakan program itu dibuat untuk anak-anak yang membutuhkan dukungan agar tetap bisa belajar dengan tenang.
“Program ini sangat membantu dan memberikan motivasi kepada para murid agar tetap semangat melanjutkan pendidikan,” katanya.
Bantuan pendidikan itu berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas Sulawesi Selatan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang dinilai berhak menerima, termasuk murid SMA di Kabupaten Gowa.
Beberapa nama penerima bantuan disebut dalam kegiatan itu. Muhammad Raihan Fahrianto, siswa kelas XI.5 SMAN 8 Gowa dari Jalan Poros Malino–Mawang, Biringbalang. Akbar, siswa kelas X.1 SMAN 17 Gowa dari Bontosunggu, Lingkungan Batu Pute, Kelurahan Jenebatu, Kecamatan Bungaya. Sementara dari SMAS Hasanuddin, bantuan diterima oleh Riski Maulana Arif, siswa kelas X yang tinggal di Jalan Matahari, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu.
Mereka menerima bantuan dengan wajah tenang. Ada rasa malu yang biasa dimiliki anak-anak seusia mereka ketika menjadi perhatian banyak orang. Tetapi ada juga rasa lega karena sekolah terasa sedikit lebih ringan untuk dijalani.
Di banyak tempat, pendidikan sering dibicarakan lewat angka dan program besar. Tetapi di Gowa hari itu, pendidikan terlihat sederhana. Ia hadir lewat bantuan kecil yang membuat seorang anak bisa terus datang ke sekolah dan tetap percaya pada cita-citanya.(rls)

