Resensi Buku

Litersi Informatika: Mengenai Kecerdasan Artifisial

Litersi Informatika: Mengenai Kecerdasan Artifisial

Kode buku: 7070040010

ISBN: 9786342660492

Bacaan Lainnya

Penulis: Tim IAIS (Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, Oeke Yunita, Ramdhani Gumilar, Lukas, Dicky Bagus Widhyatmoko, Hindriyanto Dwi Purnomo, Muhammad Rizky Pribadi, Telly Kamelia)

Editor: Imam Fachdrian R. dan Emiria Hanissa

Penerbit: Erlangga

Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) kini hadir di sekitar kita—mulai dari mesin pencari, media sosial, asisten virtual, hingga aplikasi belajar. Namun, apa sebenarnya kecerdasan artifisial itu, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa teknologi ini begitu berpengaruh dalam kehidupan modern?

Buku Apa Itu Kecerdasan Artifisial? mengajak pelajar mengenal AI secara runtut dan mudah dipahami. Dimulai dari pengertian kecerdasan, perbedaan kecerdasan manusia dan mesin, hingga sejarah perkembangan AI dari masa awal hingga era generative AI seperti ChatGPT. Buku ini juga menjelaskan konsep penting seperti machine learning, deep learning, data sebagai “bahan bakar” AI, serta contoh penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari.

Disusun dengan bahasa yang ringan, ilustrasi menarik, dan analogi sederhana, buku ini membantu pelajar memahami teknologi AI secara kritis dan bertanggung jawab. Melalui buku ini, pembaca tidak hanya mengenal AI sebagai teknologi canggih, tetapi juga memahami perannya sebagai alat yang dirancang untuk mendukung kemampuan manusia di masa depan.

Buku ini sangat bagus sebagai referensi terkait pemahaman Kecerdasan Artfisial. Untuk yang baru mulai belajar buku ini memberi penjelasan yangsangat runut mulai dari pengertan dasar hingga teknik yang lebih mendalam. Tidak ketnggalan juga aplikasinya yang mudah dicerna.”

Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng., Ketua Umum Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC), Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) bidang Cyber

“Buku yang luar biasa. Kecerdasan Artfisial diulas mendalam dan menarik,sehingga memudahkan pembaca memahaminya. Bukt bahwa teknologi selalumemerlukan sentuhan dan keterlibatan manusia.”

Aju Widya Sari, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.

“Apa Itu Kecerdasan Artfisial” menurut saya menarik karena berhasil menjembatani antara bahasa akademis dan pemahaman sehari-hari. Kalau dilihat dengan kacamata saya yang awam, buku ini tdak sekadar menjelaskan AI sebagai teknologi, tapi juga sebagai cermin yang menyorot “keterbatasan manusia.” Di sini, mesin jadi sepert murid yang tekun tapi tdakpunya rasa, sementara manusia sering malas berpikir. Nilai lokalnya terasa saat konsep “kecerdasan” dikaitkan dengan kearifan alami, sepert tanaman yangtahu kapan harus berhent foto sintesis. Itu bukan sekadar contoh biologis, tapi refleksi budaya: bahwa kecerdasan yang benar selalu tahu kapan harus berhenti, bukan kapan harus menang. Dalam konteks Nusantara, mungkin AI bisa belajar sedikit tentang “tahu diri.”

Alfred Boediman, Ph.D,co founder SJS Partners and Investors, founder IndonesiaAI Society (IAIS). (*)