MAROS, Upeks — Pemerintah Kabupaten Maros akan menggelar pasar murah di 14 kecamatan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan pasar murah akan dilaksanakan secara merata di seluruh kecamatan. Program tersebut tidak hanya dilakukan sekali, tetapi berkelanjutan melalui gerakan dan operasi pasar.
“Gerakan pasar murah ini akan terus kita lakukan, bukan hanya hari ini. Kita juga akan melaksanakan operasi pasar di kecamatan-kecamatan,” ujar Chaidir Syam usai memantau pelaksanaan pasar murah di Lapangan Pallantikang, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat.
Jika terjadi lonjakan harga pada komoditas tertentu, Pemkab Maros akan berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk segera melakukan operasi pasar guna menekan kenaikan harga.
Chaidir Syam memastikan ketersediaan stok pangan di Kabupaten Maros menjelang Ramadan masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun, ia mengakui sejumlah komoditas, khususnya cabai, berpotensi mengalami kenaikan harga akibat musim hujan yang berdampak pada penurunan produksi petani.
“Secara umum stok pangan tersedia dengan baik. Hanya saja, pada musim hujan produksi cabai biasanya menurun sehingga memengaruhi harga,” jelas mantan Ketua DPRD Maros tersebut.
Selain menjaga stabilitas harga, Pemkab Maros juga meningkatkan pengawasan terhadap distributor dan pelaku usaha. Chaidir menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir praktik penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan serta kenaikan harga di pasaran.
“Distributor tidak boleh menahan stok. Jika ditemukan pelanggaran, akan ditindak sesuai aturan melalui aparat penegak hukum,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Nurhayati, mengaku sengaja datang untuk mengikuti pasar murah menjelang Ramadan. Menurutnya, harga kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan saat memasuki bulan puasa.
“Menjelang Ramadan harga sering naik. Kami berharap pasar murah ini sering digelar agar bisa belanja lebih awal untuk persiapan puasa,” ujarnya. (alf)

