PANGKEP, UPEKS.co.id–Usai pelaksanaan operasi SAR pesawat ATR 42-500, Polres Pangkep menggelar kegiatan Bakti ATR berupa kerja bakti pembersihan sampah di sepanjang jalur pendakian Gunung Bulusaraung serta di sekitar Kantor Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sabtu pagI, 24/1).
Bakti ATR ini merupakan tindak lanjut dari Operasi Kemanusiaan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang berlangsung selama tujuh hari. Memasuki hari kedelapan, Polres Pangkep kembali turun ke lapangan, bukan lagi untuk misi evakuasi, melainkan untuk memulihkan lingkungan yang menjadi saksi perjuangan kemanusiaan selama operasi berlangsung.
Bakti ATR dipimpin langsung Kapolres Pangkep, AKBP M. Husni Ramli.
Sebanyak 60 personel Polres Pangkep diterjunkan dalam kegiatan ini, didukung Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung serta Komunitas Pemerhati Wisata Dentong.
Tim Bakti ATR dibagi ke dalam dua regu. Regu pertama melaksanakan pembersihan di sekitar Kantor Desa Tompobulu untuk menjaga kebersihan lingkungan pemukiman warga.
Regu kedua melakukan pembersihan sepanjang jalur pendakian menuju puncak Gunung Bulusaraung, dipimpin langsung oleh Kapolres Pangkep.
Sekitar pukul 07.50 Wita, seluruh tim bergerak menuju lokasi masing-masing dengan kekuatan gabungan 60 personel Polres Pangkep, 6 personel Balai TN Bantimurung Bulusaraung, serta 7 personel Komunitas Dentong.
Sepanjang jalur pendakian, personel memungut berbagai jenis sampah seperti botol plastik, bungkus makanan, dan sisa aktivitas manusia lainnya. Jalur yang sebelumnya menjadi medan berat pencarian korban ATR 42-500 kini berubah menjadi medan pemulihan alam.
Kapolres Pangkep AKBP M. Husni Ramli. menegaskan bahwa pengabdian Polri tidak berhenti setelah operasi evakuasi selesai.
“Pengabdian Polri tidak berhenti setelah evakuasi ATR 42-500 selesai. Hari ini, sebagai bentuk tanggung jawab moral, kami kembali ke alam ini untuk membersihkannya. Karena menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga kehidupan,” ujar AKBP M. Husni Ramli.
Selain kerja bakti, personel juga berdialog dengan warga dan pendaki untuk mengajak seluruh pihak menjaga kelestarian Gunung Bulusaraung sebagai aset alam yang harus dilestarikan demi generasi mendatang. (sahrir)

