Siswa MAN IC Gowa Tampil  di Forum Diplomasi Global GM MUN 2026 di Yogyakarta

Siswa MAN IC Gowa Tampil  di Forum Diplomasi Global GM MUN 2026 di Yogyakarta

GOWA, Upeks–Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Gowa kembali menegaskan kiprah globalnya melalui partisipasi aktif siswa dalam Global Millennial Model United Nations (GM MUN) 2026.

Kegiatan bertaraf internasional ini digelar di Kota Yogyakarta pada 2–4 Januari 2026, dan diikuti oleh lebih dari 500 delegasi dari 10 negara, merepresentasikan generasi muda terpilih dari berbagai belahan dunia.

Bacaan Lainnya

GM MUN 2026 diselenggarakan oleh Globy International Coaching Company, sebuah lembaga pengembangan kapasitas global yang dikenal konsisten merancang ruang belajar transnasional berbasis kepemimpinan, diplomasi, dan literasi isu dunia.

Melalui pendekatan coaching yang sistematis dan kurasi agenda yang ketat, Globy International menghadirkan GM MUN sebagai laboratorium intelektual bagi calon pemimpin muda untuk berlatih berpikir strategis, berdialog lintas budaya, serta merumuskan solusi atas problematika global secara argumentatif dan beretika.

Pada forum tersebut, MAN IC Gowa mengutus tiga siswa terbaiknya, yakni Najwa Azzahra (kelas XI B) sebagai Delegate of Pakistan, Amar Fauzan Adhim (kelas XI A) sebagai Delegate of Malawi, dan Syifa Aulia Ramadhani (kelas XI D) sebagai Delegate of Sri Lanka. Dengan di dampingi oleh guru pendamping, Nurul Inayah Khairaty, ketiganya berperan aktif dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan membawa perspektif negara masing-masing, sekaligus mengasah kecakapan diplomasi dalam dinamika forum multilateral.

Kepala MAN IC Gowa, Burhanuddin, menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan siswa dalam ajang internasional tersebut. Menurutnya, GM MUN merupakan wahana strategis dalam menumbuhkan kepemimpinan visioner dan kesadaran global peserta didik.

“Partisipasi siswa MAN IC Gowa pada GM MUN 2026 adalah manifestasi dari ikhtiar madrasah dalam menyiapkan generasi berwawasan dunia, berkarakter kuat, dan cakap membaca kompleksitas global. Ini bukan sekadar ajang simulasi, melainkan ruang pembentukan nalar diplomatik dan kepemimpinan masa depan,” ujar Burhanuddin.

Sementara itu, Najwa Azzahra, salah satu delegasi sekaligus Ketua OSIM MAN IC Gowa, mengungkapkan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam forum internasional tersebut.
“GM MUN memberi pengalaman yang sangat berharga. Kami belajar berdiplomasi, menyampaikan gagasan secara terstruktur, serta berinteraksi langsung dengan siswa dari berbagai negara. Ini memperluas cara pandang kami tentang dunia dan tanggung jawab sebagai generasi muda,” tuturnya.

Global Millennial Model United Nations sendiri dirancang sebagai simulasi sidang PBB yang komprehensif, tempat para peserta melangkah ke peran diplomatik nyata. Forum ini mengajak delegasi membedah isu-isu global—mulai dari perdamaian, pembangunan berkelanjutan, hingga kemanusiaan—melalui diskursus berbasis data, negosiasi argumentatif, dan resolusi kolaboratif. Lebih dari sekadar forum diskusi, GM MUN menjadi medium penguatan kepercayaan diri, ketajaman berpikir kritis, kecakapan negosiasi, serta sensibilitas global yang relevan dengan tantangan abad ke-21.

Keikutsertaan siswa MAN IC Gowa dalam GM MUN 2026 menegaskan posisi madrasah sebagai institusi pendidikan yang adaptif, progresif, dan berorientasi global. Langkah ini sekaligus memperkuat branding MAN IC Gowa sebagai madrasah unggul yang konsisten mencetak generasi intelektual berdaya saing internasional, berakar pada nilai, dan siap berkontribusi bagi peradaban dunia.(rls)