Survei Penilaian Integritas Maros Hanya 70,26

Survei Penilaian Integritas Maros Hanya 70,26

 

MAROS, Upeks.co.id – Kabupaten Maros mendapat rapor merah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 mencatat skor 70,26. Nilai tersebut menempatkan Maros dalam kategori merah, sejajar dengan 12 daerah lain yang dinilai memiliki risiko integritas tinggi.

Bacaan Lainnya

Bupati Maros Chaidir Syam menyebut hasil SPI tersebut menjadi perhatian serius bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Maros.

“Ini menjadi masukan bagi kami untuk melakukan perbaikan, baik dalam akuntabilitas maupun pelayanan kepada masyarakat. Survei ini menjadi cermin bagi pemerintah untuk berbenah ke depan,” kata Chaidir, Kamis (11/12/2025).

Chaidir menjelaskan, rendahnya skor SPI salah satunya dipengaruhi minimnya partisipasi responden eksternal dalam pengisian survei yang dilakukan KPK. Menurutnya, jumlah jawaban dari pihak eksternal jauh lebih sedikit dibandingkan responden internal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN). Ia menyebut, sebagian responden eksternal ragu untuk mengisi survei, bahkan ada yang sama sekali tidak memberikan respons saat dihubungi oleh pihak KPK. Selain itu, persoalan validitas data ASN, khususnya nomor ponsel yang tidak aktif atau telah berganti, turut memengaruhi rendahnya tingkat partisipasi.

Senada, Kepala Inspektorat Maros Takdir mengakui rendahnya partisipasi ASN dalam pengisian survei ikut berkontribusi pada hasil SPI 2025.

“Tahun lalu poinnya masih 77. Banyak ASN tidak merespons pesan dari KPK, ada juga yang ragu mengisi, bahkan nomor HP-nya sudah tidak aktif. Tujuannya bukan sekadar angka, tapi peningkatan kualitas pelayanan publik di Maros,” ungkap Takdir.

Takdir menambahkan, partisipasi responden eksternal juga tergolong rendah. Sebagian masyarakat mengaku sibuk, sementara lainnya tidak menuntaskan pengisian kuesioner karena prosesnya dinilai cukup memakan waktu. Inspektorat Maros menilai perlu peningkatan sosialisasi kepada ASN dan masyarakat agar memahami pentingnya partisipasi dalam survei tersebut.(alfi)