Pemkab Takalar Gandeng Fajar Group Bangun Sistem Informasi Modern di Tingkat Desa

Pemkab Takalar Gandeng Fajar Group Bangun Sistem Informasi Modern di Tingkat Desa

TAKALAR , Upeks.co.id – Pemkab Takalar mengandeng Fajar Group untuk membangun sistem informasi modern. Khususnya terkait transparansi, akuntabilitas, dan penyebarluasan informasi publik di tingkat pemerintahan desa.

Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Takalar, Kamis (4/12/2025).

Bacaan Lainnya
Fokus utama pertemuan ini adalah membangun pola komunikasi publik yang lebih terarah, tertib, dan informatif hingga ke tingkat desa. Sekaligus membahas bentuk kerja sama konkret pada tahun 2026.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Takalar, Ayatullah Rawatib, menekankan pentingnya konsistensi pemerintah desa dalam menyebarkan informasi publik terkait program dan kebijakan desa.

“Kalau komunikasi pemerintah desa berjalan baik, masyarakat akan memahami agenda dan prioritas pemerintah desa. Selama ini banyak konflik informasi yang lahir dari media sosial. Di sinilah pentingnya memperkuat komunikasi resmi,” ujarnya.

Fajar Group menawarkan dukungan pembinaan komunikasi publik, mulai dari pemberitaan media, pengelolaan website desa, hingga penguatan medsos desa.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) Takalar, Andi Rijal Mustamin, menegaskan bahwa bentuk kerja sama dengan Fajar Group harus diputuskan secara kolektif dan melalui mekanisme resmi.

Ia menekankan pentingnya memastikan kerja sama ini sesuai regulasi, khususnya jika berpotensi masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau skema pendanaan lain di tahun 2026.

Pemimpin Redaksi Harian FAJAR, Amrullah Basri, menegaskan bahwa kerja sama antara Fajar Group dan Pemkab Takalar tidak hanya berfokus pada pemberitaan tingkat kabupaten. Informasi pembangunan di desa pun dapat tersampaikan dengan baik dan berkelanjutan.

“Kami melihat banyak website desa tidak diperbarui sejak 2022–2023. Ada yang aktif tetapi menggunakan platform gratisan dengan tampilan yang kurang layak. Ini yang ingin kita benahi bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan banyak program Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye yang ingin dimaksimalkan hingga tingkat desa. Untuk itu, desa butuh pendampingan media dan penguatan kanal komunikasinya.

Menurutnya, dengan dasar regulasi yang kuat dan arahan dari Bupati, kerja sama membangun komunikasi publik desa bisa menjadi program strategis 2026.

Program ini dinilai dapat membantu desa dalam memenuhi tuntutan keterbukaan informasi publik dan meminimalisir penyebaran informasi keliru.

Camat Galesong Selatan, Nurhidayat Abdullah, menilai program ini sangat relevan dan dibutuhkan. Mengingat, desa-desa saat ini masih lemah dalam hal publikasi, dokumentasi, dan keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, desa selama ini belum mampu memaksimalkan saluran informasi resmi seperti website desa, media sosial, maupun kanal publikasi lainnya.

“Website desa saja masih banyak yang belum kita punya. Kalau pun ada, pengelolaannya belum berjalan baik. Banyak hanya tampilannya saja, tetapi tidak pernah di-update,” tutupnya.

Pertemuan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD), Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) serta para camat dan pendamping desa.

Rapat dipimpin langsung Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Takalar, Ayatullah Rawatib bersama Kepala DSPMD Takalar, Andi Rijal Mustamin. (*)