OJK Sulselbar Perkuat Kolaborasi
Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Hal ini tidak terlepas dari besarnya jumlah penduduk beragama Islam di ‘Tanah Anging Mammiri’ ini.
Laporan: Muhammad Aking
Berdasarkan data Kementerian Agama, penduduk beragama Islam di Sulawesi Selatan akhir 2024 sebanyak 8,53 juta jiwa, atau sekitar 90,1% dari total penduduk berjumlah 9,46 juta jiwa. Angka tersebut tentu saja menjadi dasar bagi para pemangku kebijakan memperkuat kolaborasi demi mendorong ekonomi dari potensi itu.
Gayung bersambut, potensi itu mendapat atensi dari Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar). Lembaga penyelenggara dan pengawas kegiatan sektor finansial ini, bahkan telah berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai pendorong utama perekonomian Sulsel.
Sebagai tindaklanjut, OJK Sulselbar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel dan Kantor Perwakilan III Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Makassar, bernisiatif menggelar Literasi Keuangan Syariah, yang mengusung tema ‘Generasi Muda Melek Keuangan Syariah: Bijak, Etis, dan Berkelanjutan’, di Ballroom Kantor OJK Sulselbar, pada Kamis (2/10/2025).
Dalam acara yang dihadiri Guru Ekonomi Kota Makassar, Majelis Taklim Nurul Hijriah, Komunitas Syariah, Pelaku UMKM, serta mahasiswa dari delapan kampus di Kota Makassar ini, Kepala OJK Provinsi Sulselbar, Moch. Muchlasin menyebut, ekonomi syariah sejatinya bukan hanya tentang angka, laporan, atau produk keuangan.
“Tetapi (ekonomi syariah) menjadi gerakan untuk menghadirkan keadilan, keberkahan, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Di tengah tantangan global, ekonomi syariah menawarkan jalan alternatif yang inklusif dan beretika,” kata pria asal Kebumen, Provinsi Jawa Tengah ini.
Provinsi Sulawesi Selatan, menurut alumnus Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Universitas Indonesia ini, dikenal memiliki potensi ekonomi berbasis komunitas dan budaya religius yang kuat. Dimana akar dari pelaku usaha kecil tumbuh dengan nilai gotong royong dan kejujuran. Fakta tersebut menjadikan semangat OJK lebih hidup untuk menggencarkan literasi keuangan, khususnya yang berbasis di tengah masyarakat.
Sementara Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dalam beberapa kesempatan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi semua stakeholder terkait, termasuk OJK yang selama ini telah menggaungkan dan menggerakkan potensi ekonomi dan keuangan syariah di daerah ini.

Hasilnya, Provinsi Sulawesi Selatan sukses meraih empat penghargaan dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2025, yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Republika, pada 26 Mei 2025 lalu. Dalam ajang tersebut, Sulsel meraih juara 1 Kategori Ekonomi Hijau, juara 2 Kategori Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah, serta juara 4 untuk Kategori Keuangan Syariah dan Zona Khas.
Menurut Andi Sudirman, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kemampuan daerah dalam menggerakkan ekonomi dan keuangan syariah secara inklusif dan berkelanjutan. “Insya Allah ini menjadi motivasi untuk kita terus menjaga dan mengembangkan potensi yang ada di Sulawesi Selatan,” katanya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menegaskan bahwa peran ekonomi dan keuangan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulsel sangat besar, baik dari sisi sumber daya alam, budaya, maupun jumlah penduduk yang mayoritas muslim.
Selain terus memperkuat kolaborasi, lanjut Rizki, Bank Indonesia sendiri telah melakukan berbagai upaya dalam menggerakkan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Diantaranya adalah penguatan ekosistem produk halal, penguatan keuangan syariah, dan penguatan literasi inklusi serta penguatan ekonomi industri halal. (*)
Ketgam—
BEKS 2025. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Kepala KPw BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, dan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hassan, meresmikan pembukaan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2025, di Kantor BI Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Rabu kemarin (1/10/2025).

