Makassar, Upeks.co.id — Tim dosen dan mahasiswa Universitas Bosowa kembali melaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kabupaten Pangkajene pada tanggal 30–31 Agustus 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Pendapatan Kelompok Tani Hidroponik ‘MEKAR’ Kelurahan Mattirosompe Kecamatan Liukang Tupabbiring dan Mengatasi Keterbatasan Listrik melalui Budidaya Lele dan Sayuran berbasis Tenaga Surya”.
Kegiatan pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan juli di lokasi yang sama.
Program ini diketuai oleh Bapak Achmad Fajar Muhammad, S.Pd., M.Pd., bersama tim dosen dan mahasiswa, mendampingi kelompok tani dalam mengembangkan usaha aquaponik.
Pendampingan yang diberikan mencakup tata cara budidaya lele dan sayuran berbasis energi surya, sehingga meski menghadapi keterbatasan pasokan listrik, kelompok tani tetap dapat menjalankan usaha mereka dengan lebih produktif.
Dalam kegiatan ini, para anggota kelompok tani memperoleh pelatihan langsung mengenai penerapan teknologi tenaga surya untuk menunjang sistem hidroponik dan kolam lele. Selain itu, mereka juga dibekali strategi pemasaran hasil panen agar dapat meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
Pendampingan yang diberikan memastikan materi pelatihan yang telah mereka dapatkan dapat diterapkan secara langsung di lapangan.
Ibu Halijah selaku ketua Kelompok Tani “MEKAR” memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan program ini.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Keterbatasan listrik selama ini menjadi kendala besar, tetapi dengan pemanfaatan tenaga surya, kami bisa melakukan budidaya kangkung dan lele secara bersamaan dan hasinya bisa meningkat dan dirasakan oleh masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.
Kegiatan PKM ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah kepulauan.
Selama ini mereka tidak banyak mengkonsumasi sayuran segar dan ikan air tawar. Dengan dukungan teknologi ramah lingkungan, diharapkan kelompok tani tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjadi contoh bagi kelompok tani lain dalam mengatasi keterbatasan energi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pertanian dan perikanan khususnya di daerah kepulauan.(rls)

