Jakarta, Upeks.co.id- Dua perusahaan pembiayaan besar di Indonesia, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) dan PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance), mengumumkan rencana penggabungan entitas mereka sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan pembiayaan nasional. Adira Finance akan menjadi pihak yang menerima penggabungan dalam aksi korporasi ini, yang juga menjadi bagian dari konsolidasi MUFG di Indonesia.
Dengan total aset gabungan mencapai Rp38,4 triliun sebelum penggabungan, sinergi antara Adira dan Mandala diperkirakan akan memperluas jangkauan distribusi, memperkuat operasional, dan menghadirkan layanan pembiayaan yang lebih inklusif, khususnya di wilayah-wilayah dengan akses keuangan terbatas. Hal ini semakin menegaskan posisi Adira Finance sebagai pemimpin pasar di industri multifinance tanah air.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari akuisisi yang diselesaikan pada Maret 2024, di mana MUFG Bank dan Adira Finance mengakuisisi 80,6% saham Mandala Finance dengan nilai investasi sebesar Rp7 triliun. Hingga akhir Maret 2025, MUFG Bank menggenggam 89,26% saham Mandala, sementara Adira Finance memegang 10%.
Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyebut penggabungan ini sebagai momentum penting untuk pertumbuhan berkelanjutan.
“Dengan kekuatan Mandala di luar Jawa dan dukungan teknologi serta jaringan Adira, kami siap menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih relevan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Mandala Finance yang baru ditunjuk, Danny Hendarko, menyampaikan optimismenya terhadap proses integrasi ini. Ia menekankan bahwa proses transisi akan dilakukan secara mulus, transparan, dan mengedepankan kepentingan seluruh pihak terkait.
MUFG, sebagai induk dari kedua perusahaan melalui kepemilikan di Bank Danamon, menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana ini. Yasushi Itagaki, Group COO-I MUFG, mengatakan bahwa penggabungan ini mencerminkan komitmen MUFG dalam membangun sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan di Asia Tenggara.
Penggabungan ini juga diharapkan membawa manfaat nyata seperti akses pembiayaan yang lebih luas, layanan lebih baik, serta pengembangan teknologi digital untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan keuangan.
Rencana ini masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemegang saham dalam RUPSLB masing-masing perusahaan, dan ditargetkan rampung pada 1 Oktober 2025. Selama proses berjalan, operasional dan layanan kedua entitas akan tetap berlangsung normal.
Informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui kanal resmi Adira Finance, Mandala Finance, serta situs Bursa Efek Indonesia. (Mimi)

