Polisi Selamatkan Dua Bocah yang Disekap dan Dirantai Dalam WC

Polisi Selamatkan Dua Bocah yang Disekap dan Dirantai Dalam WC
Oplus_131072

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Gerak cepat anggota Polres Pelabuhan Makassar, berhasil selamatkan dua bocah yang diduga disekap orang tuanya di dalam WC di salah satu wisma Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Kamis (6/2/2025) malam.

Kedua bocah itu, IS (8) dan SF (9), ditemukan terkurung dalam kondisi mengenaskan di dalam sebuah WC di salah satu wisma yang terletak di Kecamatan Wajo, Kota Makassar.

Bacaan Lainnya

Aksi penyelamatan yang dilakukan oleh aparat kepolisian ini, berawal  dari laporan masyarakat yang diterima Bhabinkamtibmas. Saat ditemukan keadaan kedua bocah malang tersebut, sangat memprihatikan.

Sesampainya di lokasi, polisi menemukan IS dan SF dalam keadaan dirantai di dalam kamar mandi, tubuh mereka lemas dan tampak kelelahan, seolah-olah telah lama terisolasi dari dunia luar.

Kedua anak tersebut kini telah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Ini adalah kasus yang sangat memprihatinkan. Anak-anak seharusnya merasakan kasih sayang dan perlindungan dari orang tua, bukan disekap dan dirantai dalam kondisi yang tidak manusiawi, “kata Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Restu Wijayanto.

Disisi lain atas keprihatinannya, Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Restu menunjukkan kepeduliannya terhadap bocah tujuh bersaudara itu.

Disela-sela kesibukannya, Kapolres Pelabuhan AKBP Restu didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pelabuhan Makassar, Ny. Ruthi Restu, menyempatkan diri melihat langsung kondisi kedua anak tersebut.

Saat tiba di ruang perawatan kedua anak itu, nampak mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel itu, tak kuasa menahan air matanya.

Air matanya seketika jatuh saat melihat kondisi dua bocah yang menjadi korban kekerasan oleh kedua orang tuanya.

“Kondisi dari dua korban tadi sudah mulai membaik, karena memang sebelumnya kondisi berdasarkan assessment dari pihak kesehatan, dokter tadi menyampaikan boleh dibilang masih ada di tahap kurang gizi, karena memang kondisinya sangat kurus sekali,” ujar Restu.

Restu menyebut, kondisi pasien saat ditemukan dalam keadaan disekap penuh dengan beberapa luka. Termasuk diantaranya luka bakar diduga akibat siraman air panas.

“Ada banyak lukanya, mulai dari luka melepuh atau luka bakar yang indikasinya adalah disiram air panas dan keterangan dari beberapa saksi juga menguatkan bahwa dua anak ini, terkena siraman air panas,” ucapnya saat di temui di RS Bhayangkara, Jumat (7/2/2025) siang.

Menurut Kapolres, sementara ini dari hasil pemeriksaan, motif terduga pelaku melakukan kekerasan karena menganggap anaknya nakal. Sehingga, untuk mencegah agar kenakalan mereka bisa dicegah, dua bocah itu mereka ikat di dalam WC.

“Namun sebenarnya bukan cuman itu saja, juga ada beberapa kekerasan fisik dan sayangnya juga kondisi nutrisinya kurang. Kalau saya perhatikan sudah beberapa hari tidak makan dan sementara kita kembangkan lagi penyelidikannya dan kami akan gelarkan,” tutupnya.(Jay)