Pangkep, Upeks – Dalam rangkaian Resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah tingkat wilayah Sulawesi Selatan, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, Prof. Dr. KH. Ambo Asse, M.A., secara resmi meluncurkan Gerakan Infaq Warga Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Aula PT Semen Tonasa 2, Pangkep, Ahad, 22 Desember 2024.
Dalam pidatonya, Ambo Asse menekankan pentingnya gerakan infaq sebagai salah satu pilar utama kemajuan Persyarikatan. Ia mengingatkan bahwa sejak era KH. Ahmad Dahlan, semangat infaq telah menjadi pondasi kokoh bagi Muhammadiyah untuk mengembangkan amal usaha di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial.
“Gerakan infaq ini adalah perintah Allah, dan melalui infaq, Muhammadiyah telah membuktikan kemajuan nyata. Di Sulsel sendiri, pembangunan Gedung Pusdam telah selesai, dan kita sedang merencanakan penambahan gedung baru di belakangnya. AUM kita, baik sekolah maupun perguruan tinggi, terus mengalami perkembangan pesat,” ujar Ambo.
Peluncuran Gerakan Infaq Muhammadiyah Sulsel menjadi momen puncak dalam Milad ke-112 yang mengusung tema “Bersama Muhammadiyah, Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua”. Ambo Asse menegaskan bahwa kemakmuran yang dicanangkan Muhammadiyah tidak hanya sebatas fisik atau material, tetapi juga mencakup dimensi spiritual dan moral.
“Kemakmuran itu bisa kita wujudkan jika kita memperkuat pondasi iman dan taqwa. Allah sudah janjikan, jika kita beriman dan bertaqwa, berkah akan turun dari langit dan tumbuh dari bumi. Namun, kemakmuran juga harus dibangun di atas keadilan. Tanpa keadilan, kemakmuran itu sulit terwujud,” tegasnya.
Sebagai bentuk konkret dari peluncuran gerakan ini, panitia menampilkan kode QRIS infaq PWM Sulsel di layar utama, memudahkan peserta untuk langsung berpartisipasi. Ambo Asse memulai gerakan ini dengan mengajak istrinya menjadi donatur pertama, memberikan contoh nyata tentang pentingnya keterlibatan keluarga Muhammadiyah dalam mendukung misi besar Persyarikatan.
PWM Sulsel mengundang seluruh warga Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam gerakan ini melalui nomor rekening Dana Abadi PWM Sulsel di Bank Muamalat dengan Nomor Rekening 8010211011. Dengan semangat infaq yang terus hidup, Muhammadiyah optimis mampu mewujudkan visi besar menghadirkan kemakmuran untuk semua.
“Dengan infaq, kita bangun Persyarikatan yang lebih maju, lebih kuat, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Ambo.
Dalam kesempatan itu Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau dan Pj Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Zudan Arief Fakrulloh mengakui kontribusi Muhammadiyah dalam memajukan daerah, khususnya di tiga bidang utama, yaitu Pendidikan Kesehatan dan Sosial.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada warga Muhammadiyah, khususnya Pangkep atas dedikasinya untuk daerah. Yusran sendiri mengaku kerap mengikuti agenda yang dilaksanakan Muhammadiyah Pangkep.
“Di Pangkep ini, Muhammadiyah adalah mitra terbaik kami dalam agenda-agenda keagamaan. Selama jadi Bupati, saya sering ikut kegiatan Muhammadiyah,” ujar Yusran.
Karena itu, ia membuktikan terimakasihnya itu dengan memberi fasilitas fisik kepada Muhammadiyah Pangkep berupa gedung pertemuan.
“Barulah pada periode kedua bisa bangunkan Ruang Pola untuk Muhammadiyah, semoga dimanfaatkan dan digunakan untuk kegiatan sosial, pendidikan dan keagamaan oleh warga Persyarikatan,” tutur dia.
Karena itu, ia meminta kepada PDM Pangkep agar tak henti-hentinya menjadi mitra bagi pemerintah, sebagaimana tema milad ‘Bersama Muhammadiyah, Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua’.
“Tema ini menjadi pengingat bagi kami, dan kita semua tentang pentingnya kolaborasi. Termasuk bersama pemerintah menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat Pangkep,” tandas Yusran.
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel, mengaku tertarik dengan usulan PWM Sulsel yang kini kembali menggelorakan semangat berinfaq. Selain karena pernah menimba ilmu di sekolah Muhammadiyah, Zudan juga adalah figur yang berasal dari Yogyakarta, tempat kelahiran Muhammadiyah.
Sehingga, ia berani menyebut bahwa kemajuan Muhammadiyah, salah satunya adalah semangat kadernya menyumbangkan harta dalam rangka kemajuan organisasi.
“Saya sangat tertarik dengan gerakan infaq ini. Kami sebagai pemerintah Sulsel siap mendukung penuh, bahkan jika perlu, kami akan mensosialisasikan gerakan ini, akan diprioritaskan,” ujar Zudan.
Sebelumnya, Zudan sendiri adalah figur yang getol menyuarakan infaq. Bahkan, saat menjabat Pj, ia juga menggalakkan gerakan infaq di internal Pemprov Sulsel.
“Tujuh bulan kami menjabat Pj Gubernur, Dinas Pendidikan itu berhasil mengumpulkan infaq dengan total 2.7 miliar. Bayangkan, kader Muhammadiyah yang jumlahnya jutaan, jika gerakan infaq ini kuat, PWM Sulsel terancam kaya,” ucap Zudan.
Usai sambutan, PWM Sulsel memberi kenang-kenangan kepada Prof Zudan atas dedikasinya sebagai Pj Gubernur Sulsel. PWM Sulsel juga menyelamati Zudan atas jabatan barunya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara pada awal tahun 2025 mendatang.(rls)

