Dosen FEB UMI Gelar PkM Internasional di Malaysia

Dosen FEB UMI Gelar PkM Internasional di Malaysia

MAKASSAR,UPEKS.Co.id– Sebanyak 5 dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMI Makassar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Selangor-Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis 26 September 2024 lalu.

Mereka melibatkan mahasiswa UKM asal Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI).
Hasnidar Syam, SE.,M.Si.,Ak.,CA selaku Ketua Tim dan Tri Abriana Ma’Ruf, SH.,MH. selaku anggota tim.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan ini, Hasnidar Syam membawakan tema terkait Literasi Pengelolaan Keuangan.

Materi ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami pentingnya mengelola keuangan pribadi dengan bijak, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi selama masa studi.

Bentuk pengabdian yang dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi pengelolaan keuangan dan manajemen kas bagi mahasiswa ini, dilaksanakan dengan 2 rangkaian kegiatan yang diawali dengan seminar online pada Senin, tanggal 23 September 2024.

Selanjutnya kegiatan tatap muka pada Kamis, 26 September 2024 bertempat di Aula Perpustakaan Datuk Tun Seri Lanang kampus Universiti Kebangsaan Malaysia di Selangor yang diikuti oleh mahasiswa anggota PPI.

Hasnidar mengemukakan kegiatan ini bertujuan untuk menambah dan menumbuhkan pengetahuan literasi pengelolaan keuangan bagi mahasiswa agar mampu secara mandiri mengatur perencanaan dan mengelola keuangannya dengan efektif sebagai langkah preventif menghadapi tekanan finansial atau kesulitan keuangan di masa depan.

Sehingga dapat mewujudkan kemandirian/ kebebasan keuangan yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa.”

Dalam sesi yang interaktif dan penuh antusiasme, Hasnidar menjelaskan prinsip dasar pengelolaan keuangan, seperti perencanaan anggaran, pengendalian pengeluaran, dan pentingnya menabung.

Selain itu, beliau juga memberikan tips praktis kepada mahasiswa untuk mengelola keuangan. Termasuk bagaimana memanfaatkan pendapatan dari kiriman orang tua, beasiswa atau pekerjaan paruh waktu secara efektif dan bagaimana mengatur pendapatan tersebut yang terkadang tidak stabil atau konsisten.

Salah seorang dari peserta mengemukakan bahwa, materi ini sangat menarik dan sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dengan kondisi mahasiswa yang terpisah jauh dari orang tua dan hanya mengandalkan beasiswa atau kiriman dari orang tua.

“Dengan Literasi Pengelolaan Keuangan, diharapkan mahasiswa-mahasiswa terutama yang merantau jauh dari orang tua, bisa dengan mandiri dan secara bijak mengatur keuangannya sendiri, belajar saving dan berinvestasi, terhindar dari kesulitan keuangan dan pada akhirnya bisa menyelesaikan studi dengan baik tanpa harus terbebani dengan kondisi keuangan yang tidak stabil yang dapat berpengaruh dalam masa studinya”, pungkasnya.(rls)