Dua Tahun Berturut-turut Wilayah Polres Pelabuhan Makassar Zero Tawuran

Dua Tahun Berturut-turut Wilayah Polres Pelabuhan Makassar Zero Tawuran

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Sepanjang tahun 2023, Polres Pelabuhan Makassar mencatat di wilayah hukumnya zero atau nihil aksi tawuran. Nihilnya aksi tawuran di wilayah Polres Pelabuhan Makassar, sudah dua tahun berturut-turut sama dengan di tahun 2022.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Yudi Frianto mengatakan, capaian itu berhasil diwujudkan selama dua tahun ini, berkat kesigapan personelnya dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Bacaan Lainnya
 

“Kenapa bisa nihil selama dua tahun ini, karena kami kerjakan setiap bulan dua sampai empat kali melaksanakan FGD. Tujuannya agar kita tahu apa yang dibutuhkan terkait keamanan di masyarakat, ” jelas Yudi saat gelar rilis akhir tahun di Mapolres Pelabuhan Makassar, Kamis (28/12/2023) sore.

Tidak hanya FGD, pihaknya juga secara rutin menggelar Jumat curhat hingga minggu kasih. Hal itu sebagai wujud kehadiran Polres Pelabuhan Makassar dalam menampung aspirasi maupun keluhan warga soal keamanan di tengah masyarakat.

“Ditambah lagi, kami memang setiap bulan laksanakan bakti sosial. Sehingga warga lebih respect terhadap kepolisian. Sehingga ketikan mereka ada permasalah, pasti langsung menghubungi kami, ” terang Yudi.

Terakhir lanjut mantan Kasat Narkoba Polrestabes Makassar ini, adalah karena kebanyakan kasus yang tidak perlu diselesaikan di pengadilan, namun dilakukan dengan restorative justice.

“Itu demi keadilan hukum di tengah-tengah masyarakat, ” sebut Yudi didampingi Wakapolres Kompol Sugeng, Kasat Narkoba AKP Bakhtiar, Kasat Reskrim Iptu Firman, Kabag Ops Kompol Lando, Kasi Humas Iptu Hasrul dan Kasi Propam AKP Setya Budi.

Meski begitu, Yudi  menyebut bahwa wilayah yang memang sebagian besar mencakup beberapa titik rawan di Makassar, tidak luput dari aksi kriminal jalanan. Dimana tahun ini ada satu kasus pembusuran yang ditangani pihaknya.

“Tawuran antara kelompok memang nihil, tapi ada satu kasus pembusuran, namun telah ditangani dengan baik, ” bebernya.

Lebih jauh Yudi memaparkan, secara keseluruhan tindak pidana umum kriminal yang terjadi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Makassar, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.  Pada tahun 2022 sebanyak 775 laporan. Sedangkan pada 2023 sebanyak 742 laporan.

“Dari tingkat penyelesaian sendiri alami kenaikan secara presentase. Karena 2022, kita selesaikan 641 laporan atau 85 persen penyelesaian. Sedangkan 2023 diselesaikan 681 laporan dengan tingkat penyelesaian 92 persen, ” paparnya.

Laporan ini ucap Yudi, berbagai macam tindak pidana umum. Diantaranya, penganiayaan, pencurian biasa, pengeroyokan, penipuan, dan pembunuhan.

“Ada juga pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, perlindungan anak, dan KDRT, ” ucapnya.

Sementara untuk kasus narkoba kata Yudi, Saat Narkoba berhasi menangkap 282 tersangka. 233 diantaranya lelaki, 16 perempuan dan enam orang masih anak-anak.

“Dari 282 tersangka itu, 20 orang kategori bandar, 41 orang pengedar dan 221 orang kategori pengguna narkoba. Pengungkapan tersangka ini mengalami peningkatan dari tahun 2022 dengan 181 tersangka atau meningkat 76 persen, ” kata Yudi.

Adapun barang bukti narkotika dari ratusan tersangka itu, berupa sabu 795 gram, ekstasi 55 butir, sintetis 0,4 gram, ganja 761 gram dan daftar G 8.174 butir, itu pada tahun 2023. Sementara tahun 2022, sabu 21085,5 gram, ekstasi 6 butir, sintetis 10,46 gram, ganja 439,42 gram, daftar G 1021 butir.

“Secara umum, pengungkapan penyalahgunaan narkotika yang berhasil dilakukan Sat Narkoba mengalami peningkatan. Adapun tangkapan terbesar tahun 2023 dengan barang bukti 600 gram sabu, ” tutup Yudi. (Jay)