81 Tersangka Korupsi di Sulsel Mengakibatkan Kerugian Negara Lebih Rp 197,4 M 

81 Tersangka Korupsi di Sulsel Mengakibatkan Kerugian Negara Lebih Rp 197,4 M 
MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kajati Sulsel Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyampaikan data dalam upaya penegakan hukum khususnya tindak pidana korupsi hingga 15 Desember tahun 2023 yang ditangani Kejati Sulsel.
Kejaksaan Tinggi Sulsel, telah menangani penyidikan tindak pidana korupsi sebanyak 30 perkara dengan jumlah tersangka sebanyak 30 orang. Rinciannya, penyelenggara negara sebanyak empat orang.
“Kemudian pejabat BUMN/BUMD sebanyak 12 orang, swasta sebanyak 12 orang dan Kepala Desa sebanyak dua orang. Dengan jumlah kerugian keuangan negara sebesar Rp 122.902.942.725, ” kata Leonard, saat membuka FGD pencegahan tindak pidana korupsi di Sulsel, di Kantor Kejati Sulsel, kemarin.
Sedangkan Penyidikan di seluruh Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri se-Sulsel, ada 86 perkara dengan jumlah tersangka sebanyak 51 orang. Rinciannya, penyelenggara negara 22 orang dan pejabat BUMN/BUMD tiga orang.
Kemudian swasta sebanyak 24 orang, Tenaga Honorer sebanyak  satu orang dan Tenaga PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) sebanyak satu orang, dengan jumlah kerugian keuangan negara sebesar Rp. 74.510.695.873.
“Dari data tersebut, maka total penyidikan tindak pidana korupsi di wilayah hukum Kejati Sulsel sebanyak 116 perkara, dengan jumlah tersangka sebanyak 81 orang, ” ucap Leonard.
Dari 81 tersangka koruptor di Sulsel itu, 26 diantaranya penyelenggara negara, pejabat BUMN/BUMD 15 orang, swasta 36 orang, Kepala Desa dua orang, Tenaga Honorer sebanyak satu orang, Tenaga PPPK satu orang dengan Total Kerugian Negara sebesar Rp 197.413.638.598.
Selain itu jumlah kerugian negara sebesar Rp 197.413.638.598, merupakan angka yang cukup besar yang seharusnya bila uang tersebut tidak dikorupsi dapat digunakan untuk membangun kesejahteraan masyarakat di Sulsel.
“Artinya dengan jumlah kerugian keuangan negara sebesar Rp. 197.413.638.598, dapat membangun di tiga kabupaten di Sulsel serta mensejahterakan sebanyak 637.965 orang, ” beber Leonard.(Jay)