MAKASSAR, UPEKS.co.id — Sederet personel film Tasbih Kosong bertandang ke redaksi Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks), Grahapena, Kamis (26/1/2023).
Terungkap pula sejumlah pengalaman mistis yang dialami beberapa pemeran film bergenre horor ini selama proses pengambilan gambar yang berlangsung di Kabupaten Soppeng.
Seperti yang dialami Asnani yang berperan sebagai ghost (hantu) dalam Tasbih Kosong. Pengalaman mistisnya terjadi saat proses syuting yang mengambil lokasi di salah satu area pemakaman.
“Saat take (syuting) di kuburan, jubah saya seperti ada yang injak sehingga saya tidak bisa jalan. Syuting pun sempat terhenti,” beber Asnani.
Pengalaman mistik juga dialami Joe yang memainkan peran sebagai Sarro. Ia mengaku memiliki beberapa kejadian aneh selama proses syuting.
Salah satunya setelah balik dari syuting di pemakaman. Kejadiannya terjadi saat Joe tidur di kamar.
“Pulangnya saya antara sadar dan tidak sadar, saya tidur jalan sendiri. Tadinya tidur di kamar, tiba-tiba buka mata kenapa bisa di luar,” kata Joe.
Terlepas dari peristiwa mistik, Joe mengungkapkan alasan sehingga Tasbih Kosong layak menjadi salah satu film yang harus ditonton.
“Karena salah satu budaya dari Sulawesi Selatan yang kisahnya nyata dan dijadikan film,” katanya.
Sementara itu, Sutradara sekaligus penulis Tasbih Kosong, Arie Achmad Buang mengatakan, Tasbih Kosong menjadi salah satu film bergenre horor dengan produksi yang cepat.
Dimana, proses syuting, produksi dan tayangnya film Tasbih Kosong hanya berlangsung selama setahun.
“Tasbih Kosong salah satu yang tercepat dalam satu satu tahun bisa tayang. Biasanya butuh waktu 3-4 tahun,” katanya.
Film horor yang menyasar pangsa industri film nasional ini juga tetap mengangkat kearifan lokal Sulsel. Dialek lokal tetap diselipkan pada beberapa scene.
Tasbih Kosong juga membuktikan rumah produksi lokal bisa bersaing dan bersanding dengan rumah produksi besar dalam industri film nasional.
“Ini menjadi salah satu bukti, meski terbilang PH lokal kami bisa bersaing dalam film nasional dan bisa bersanding dengan PH nasional,” tandasnya.
Film yang menceritakan tentang perilaku manusia yang ibadahnya bagus tetapi kelakuan dan sifatnya tidak sesuai dengan ibadahnya ini akan tayang serentak di 47 kota pada 2 Februari 2023 nanti.
Turut hadir dalam roadshow, pemeran utama Tasbih Kosong, yakni Fritz Friedrich sebagai Umar dan St Ardiana Arifin sebagai Rajeng yang diterima langsung Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Upeks, Dr Rusli Siri MM.
Rusli Siri berharap semoga ke depannya lahir lagi film-film selanjutnya. “Semoga Tasbih Kosong ini disusul lagi dengan karya-karya film berikutnya, ” kata Rusli. (rul)
Adapun yang memperkuat Film Tasbih Kosong, antara lain;
Afdi Idris sebagai Sarro: pembantu kades
Andi Besse Sastra Sastrawaty sebagai
Nenek besse: mertua kades.
Fritz Frederich sebagai Umar : petugas balai statistik
St.Ardiana Arifin sebagai Rajeng : Anak angkat kel matutu
Asnani sebagai Hantu
Imam Glow sebaga Husein: teman Umar & Asri
Hamka Pradifta sebagai Ringgi suami Uleng
Fahrizul Buang sebagai Sutradaranya.

