LUTIM, UPEKS.co.id — Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) melalui metode System of Rice Intensification (SRI) Organik PT Vale Indonesia Tbk berhasil menjadi wadah pembinaan petani untuk beralih ke padi organik. Saat ini sudah ada tiga kecamatan pemberdayaan Padi organik metode SRI PT Vale salah satunya di Kecamatan Wasuponda.
Afrida Podandi salah satu petani binaan yang berada di Desa Ledu-ledu, Kecamatan Wasuponda mengaku telah menjalani pertanian padi organik selama 6 tahun mulai dari tahun 2016. Melalui pendampingan dari konsultan PT Vale bernama Aliksa, dia dan teman-temannya yang lain mulai beralih ke pertanian padi organik metode SRI. Bahkan, sudah mulai merambah ke peternakan ikan dan sayuran organik.
“Dari Aliksa mereka memberikan kami pelatihan mengenai pola hidup sehat dengan padi organik melalui pelatihan pembuatan kompos bagaaimana cara pembuatannya,” ujarnya saat ditemui di lokasi persawaannya, Sabtu (17/12/2022).
Afrida merasakan perbedaan padi organik dan anorganik. Satu biji padi organik bisa menghasilkan 60 hingga 100 anakan padi. Sementara untuk masa panennya, khusus untuk varietas mentik susu bisa sampai 3 bulan. “Tapi bisa dua kali setahun panen jika prosesnya lambat karena di sini kami tidak mengikuti pola pertanian anorganik,” ujarnya.
Sementara untuk selisih jualnya, jika beras anorganik bisa laku hingga Rp 10.000 per liter, maka beras organik bisa dijual seharga Rp 17.000 per liter. Memang cukup mahal, namun sangat menjanjikan bagi peribahan pola hidup sehat masyarakat.
“Namun bagaimana pun masih banyak petani kita di sini yang beras anorganik. Karena kalau mengubah pola pikir masyarakat untuk hidup sehat masih kurang, karena mereka mau lebih murah tapi tidak tahu mutunya,” ujarnya.
Buktinya, beras organik hasil jerih payah petani binaan PT Vale tetap laku terjual. Laris dibeli oleh PT Vale sendiri, dan terjual di pasar tradisional maupun di ritel. Bahkan dipasarkan ke sejumlah dinas-dinas di Luwu Timur. Afrida mengatakan, jika saja masyarakat tahu manfaat padi organik bagi kesehatan, Afrida yakin akan banyak lagi petani yang memilih pertanian dengan sistem SRI Organik ini. “masyarakat memilih hidup sehat dengan beralih ke beras organik,” tandasnya.
Terpisah, Fasilitator pendamping pertanian se-Luwu Timur PT Vale Koko Komamin mengatakan tanam padi dengan metode SRI dianggap sangat baik untuk pola hidup sehat. Karena proses pertaniannya sama sekali tidak menggunakan bahan kimia.
“Kalau orang pakai herbisida kami menyiang. Ketika orang lain tanam banyak, kami cuma sebiji. Ketika orang lain menggenang kami tidak. Ketika orang lain membunuh hama dengan racun, kami Alhamdulillah pakai pendekatan contohnya pendekatan abu dapur untuk mengusir hama” ujarnya.
Meski penggunaan tenaga lebih besar, namun dengan dengan metode SRI, dapat menghemat modal dalam menanam padi organik. “Karena kami sudah tidak lagi membeli pupuk kimia dan racunnya. Kalau di Indonesia masih aneh dengan padi organik, kami di sini sudah ada wujudnya,” tandasnya. (jir)

