Abang, ‘Superhero’ dari Kwitang

Abang, ‘Superhero’ dari Kwitang
Abang Fauzi (berkacamata) Bercengkrama dengan warga Kecamatan Seko. (ist)

Laporan: Muhammad Akbar

Sometimes being a brother is even better than being a superhero! (Kadang menjadi seorang abang itu lebih baik dari pada seorang pahlawan super!)

Bacaan Lainnya
 

Begitulah penggalan kata-kata bijak Marc Tolon Brown, seorang penulis dan ilustrator buku anak-anak asal Amerika. Dia terkenal dengan karya serialnya, berjudul Arthur. Kata-katanya ini banyak digunakan sebagai kalimat penghias dinding karena dianggap memiliki makna yang dalam.

Kalimat ini menggambarkan pentingnya peran abang atau kakak dalam kehidupan. Abang adalah sosok yang menjadi patron dan pelindung bagi keluarga setelah ayah. Sosok yang senantiasa menjadi tempat bersandar dan meminta tolong bagi adik-adiknya.

Panggilan ‘abang’ ini memang sangat sesuai disematkan buat Muhammad Fauzi, Anggota DPR RI periode 2019-2024 asal Partai Golkar. Begitu banyak perannya dalam kehidupan masyarakat Sulsel, khususnya bagi warga yang berada di Dapil Sulawesi Selatan 3 yakni meliputi Kabupaten Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Kota Palopo, Pinrang, Sidenreng Rappang, Tana Toraja, dan Toraja Utara.

Misalnya, aksi cepatnya mengatasi putusnya Trans Sulawesi di Kota Palopo pada Oktober 2022 lalu. Abang Fauzi langsung turun tangan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Dia dengan sigap menelepon Kepala Balai Preservasi Jalan dan Jembatan Sulsel Kementerian PUPR, Reiza Setiawan untuk mencari solusi terkait rusaknya Jembatan Rampoang.

“Saya telepon langsung Balai jalan dan jembatan Sulsel tadi malam untuk segera turun. Harus ada solusi sementara dan cepat untuk pengguna jalan. Apalagi ini trans Sulawesi. Balai langsung ke lapangan. Mereka akan membuat jembatan darurat, akan dikirim rangka bailey untuk antisipasi,” jelasnya.

Itu baru contoh kecil perannya sebagai ‘kakak’ bagi masyarakat Sulsel. Belum lagi karya-karyanya dalam berbagai program di Sulsel ini. Lihat saja pada 2022 ini, dia berhasil merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, bedah rumah hingga program bantuan modal usaha, operasional pesantren, desa wisata dan bantuan bahan pokok untuk masyarakat dengan total nilai mencapai Rp100 miliar lebih.

Bukan cuma itu, selain perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, Abang Fauzi juga merealisasikan program padat karya revitalisasi drainase, pengembangan desa wisata hingga bantuan untuk BUMdes sampai pembagian sembako untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Sementara selama 2021, untuk program padat karya revitalisasi drainase misalnya, itu tersebar di beberapa daerah, seperti di Kabupaten Luwu Utara panjang drainase 900 meter dengan anggaran Rp750 juta. Sementara itu di titik Rantepao-Palopo, panjang 1.050 meter dengan nggaran Rp1,5 miliar, di Belopa-Palopo ada 340 meter anggaran Rp400 juta. Selain itu, program revitalisasi drainase ini juga ada di Kabupaten Enrekang, panjang drainase 1.900 meter anggarannya Rp2 miliar. Sementara di Luwu Timur ada dua titik, pertama di Tarengge panjang drainase yang di kerjakan adalah 500 meter dengan anggaran Rp460 juta dan titik kedua di Tarengge-Kayulangi, panjang drainase 1.290 meter menggunakan anggaran sebesar Rp1,2 miliar.

Belum lagi Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Pao, Kecamatan Malangke Barat, Luwu Utara. BSPS atau bedah rumah ini merupakan program aspirasi Fauzi yang tersebar di Dapil III Sulsel. Selanjutnya, bantuan rumah susun ke Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo senilai Rp7 miliar, serta bantuan Bumdes di Desa Dandang Rp50 Juta.

Abang, ‘Superhero’ dari Kwitang
Rombongan Reses Anggota DPR RI Muhammad Fauzi disambut secara adat oleh Tokoh Adat Seko, 28 Desember 2019

Dia juga berhasil menggolkan surat keputusan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat yang menetapkan Kecamatan Rampi dan Seko, Luwu Utara mendapatkan kewajiban pelayanan publik angkutan barang via darat.

Keputusan itu tertuang melalui SK Penyelenggaraan Kwajiban Pelayanan Angkutan Barang di Jalan dari dan ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan 2022 nomor: KP-DRJD 250 Tahun 2022 yang diteken Direktur Jendral Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Dengan penetapan tersebut, pemerintah pusat akan mengalokasikan anggaran dari APBN untuk membantu distribusi angkutan barang ke dua daerah terpencil di Luwu Utara itu.

“Untuk distribusi barang ke daerah tersebut selama ini mengandalkan jalur udara melalui bandara perintis,” kata Kepala Dinas Perhubungan Luwu Utara Abdul Hakim Bukara saat dikonfirmasi.

Abang Fauzi mengatakan, dengan penetapan tersebut, diharapkan akan mempercepat stabilitas harga di daerah terpencil. Sebab, disparitas harga selama ini karena kendala distribusi barang.

Sedangkan pada 2023 nanti, Abang Fauzi juga mengaku telah menyiapkan sejumlah program dan bantuan yang akan dibawa ke Dapil Sulsel III. Seperti; tempat mandi, cuci, kakus (MCK) dan bus operasional untuk puluhan pesantren. Termasuk menyiapkan mobil bus untuk pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Luwu Utara.

Anak Bungsu yang Dipanggil Abang

Panggilan abang ini, bukanlah penanda sebagai kakak tertua di keluarga. Bahkan Muhammad Fauzi adalah anak bungsu dari delapan bersaudara di keluarganya. Panggilan abang sudah melekat begitu erat di pundak Suami Bupati Lutra, Indah Putri Indriani ini.

Panggilan abang itu bermula pada 2010 silam. Panggilan itu keluar dari mulut Calon Bupati Lutra, Arifin Junaidi yang berpasangan dengan Indah Putri Indriani sebagai Calon Wakil Bupati Lutra. Dia memanggil Muhammad Fauzi dengan sapaan abang karena mengetahui suami wakilnya itu berasal dari Jakarta. Akhirnya panggilan abang itu terus melekat dan lebih populer ketimbang namanya sendiri.

Abang lahir di Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Bertepatan Senin 6 September 1968, malam. “Saya tumbuh di lingkungan yang penuh kompleksitas. Tempat segala ragam masyarakat berinteraksi. Dari urusan sajadah hingga haram jaddah. Kehidupan kecil saya di tengah lingkungan masyarakat Betawi. Orang-orang yang akhirnya harus takluk pada kehendak zaman. Tersisih dari moderenisasi dan tergusur urbanisasi,” ujarnya.

Ayahnya meninggal saat dia masih umur 10 tahun. Ayahnya sebelumnya, berprofesi sebagai Polisi. Dia selalu bangga dengan pekerjaannya hingga ajal dan Ayah istirahat selamanya di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

“Pangkat ayah memang tidak hebat, tapi Bintang Jasanya cukup banyak. Sebab ayah jadi Polisi dari zaman muda di saat kemerdekaan dulu. Walaupun bangga dengan profesinya, ayah tidak pernah mengharapkan anak-anaknya mengikuti jejaknya,” ujarnya.

Namun di perjalanan kariernya, ayahnya terpaksa mengundurkan diri karena tak bisa hadir di banyak momen bahkan saat ibu genting antara hidup dan mati. Tiga kali persalinan ibu tanpa ayahnya mendampingi.

Setelah ayahnya meninggal, dia dan saudaranya dibesarkan oleh Ibunya seorang diri. “Ibu sangat gigih membesarkan kami. Paling tidak dari sektor pendidikan kami semua menyandang sarjana. Dengan banyak keterbatasan, kami lalui hidup dengan saling menyokong. Agama menjadi salah satu titik berat pendidikan Ibu. Dia akan marah besar jika anaknya tak salat, mengaji atau bolos sekolah,” ujarnya lagi.

Sebagai anak paling bungsu, abang mengaku yang paling dekat dengan Ibu. Sosok ibu sangat menginspirasi dirinya.

“Saya bertanya, Pak Ustaz bagaimana bisa hidup baik atau sukses dunia akhirat. Singkat cerita ada dua hal yang ditekankan. Pertama, usahakan orang tua kita jadikan Keramat Dunia (dalam arti yang positif). Artinya kita harus tempatkan orang tua, apalagi Ibu harus sangat kita hormati dan layani sebagaimana Ia membesarkan kita. Meski sekuat apa pun kita tidak bisa membalasnya, paling tidak berusaha mendekatinya. Ibu harus kita jadikan sumber inspirasi atau motivasi hidup. Kedua, berusaha setiap hari, sesuai kemampuan kita untuk bersedekah, terutama untuk rumah Ibadah, masjid dan musala,” ujarnya.

Semangat bersedekah dan berbuat baik itulah yang mewarnai berbagai program kerja yang direalisasikan di dapilnya. Nilai-nilai filantropi Abang Fauzi inilah tak ubahnya kerja-kerja superhero di dunia komik. Figur yang selalu berusaha membantu orang yang tak mampu dan menolong pihak-pihak yang membutuhkan bantuan. Inilah superhero yang sejati di dunia nyata. (*)

Pos terkait