Mamuju Upeks.co.id – Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, A. Erieka Novianti mengungkapkan bahwa layanan telemedicine yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Reoublik Indonesia sangat penting untuk menyamakan mutu layanan kesehatan antara fasilitas kesehatan di wilayah kota dengan yang berada di wilayah pedalaman.
“Hadirnya layanan telemedicine yang sudah dikembangkan sejak sebelum pandemi Covid-19 diharapkan mampu menyamakan layanan kesehatan. Oleh karena itu, perlu dukungan dari semua faskes di Provinsi Sulbar,” ungkap Erieka, Jum”at (21/10).
Erieka menambahkan, saat ini wilayah Sulawesi Barat pada setiap Kabupaten menunjuk 4 Puskesmas sebagai penelitian sekaligus uji coba pelayanan telemedicine. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat sedang mengupayakan agar sarana dan prasarana untuk pengembangan layanan telemedicine di Provinsi Sulawesi Barat dapat tercukupi dan dapat diandalkan.
“Penting bagi seluruh Puskesmas di Sulawesi Barat harus menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Selain itu, layanan telemedicine perlu didukung dari segi fasilitas atau sarana pendukung. Tapi saat ini untuk sarana prasana kelengkapantelemedicine baru akan didistribusikan oleh Dinkes Provinsi Sulbar kepada faskes yang ditunjuk sebagai lokus,” tambahnya.
Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Mamuju, Hasanuddin mengatakan bahwa pengembangan telemedicine perlu diawali dari kesepakatan bersama tentang teknis pembayaran klaim layanan telemedicine yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan Dinas Kesehatan atau fasilitas kesehatan terkait.
“Telemedicine merupakan program yang terus dikembangkan, kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat bersama dengan BPJS Kesehatan Cabang Mamuju dan Polewali. Tetapi dalam pelaksanaanya belum ada kesepakatan bersama, sehingga perlu ada perjanjian kerja sama agar jelas teknisnya,” terangnya.
Sementara itu, Dokter Umum Puskesmas Topore, Ashar Randy menceritakan bahwa implementasi telemedicine di Puskesmas Topore belum berjalan maksimal. Hal tersebut terjadi karena masih menunggu proses pengiriman sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Puskesmas Topore sendiri merupakan fasilitas kesehatan yang ditunjuk untuk melaksanakan uji coba telemedicine.
“Berhubung dengan Puskesmas Topore yang masuk menjadi lokus uji coba pelaksanaan telemedicine di Sulawesi Barat, maka perlu distribusi sarana dan prasarana pendukung layanan telemedicine. Kami juga berharap segera dibuatkan MoU terkait teknis pembayaran layanan tersebut,” harapnya. (HS/af)

