Komisi VII DPR RI Apresiasi Implementasi Cofiring PLTU Barru

  • Whatsapp
Komisi VII DPR RI Apresiasi Implementasi Cofiring PLTU Barru

Energi Batu Bara masih mempunyai potensi besar dalam pemanfaatannya di PLTU yang tersebar di penjuru negeri, dan cofiring menjadi sinergi jitu seiring dengan semangat PLN menuju Net Zero emission di 2060.

Barru, Upeks–Menyongsong Net Zero Emission di tahun 2060 serta Bauran EBT 23% di tahun 2023, PT PLN (Persero) terus menggenjot pertumbuhan pembangkit EBT serta Penerapan Green Booster dengan memanfaatkan Program Co-Firing pada sebagian besar pembangkit PLTU nya.

Bacaan Lainnya

PLTU Barru dengan Kapasitas 2 x 50 MW telah menerapkan Program Co-firing sejak tahun 2021, saat ini PLTU Barru memanfaatkan limbah kayu berupa serbuk gergaji (Sawdust) sebagai bahan campuran alternatif batubara PLTU sebesar 5%, Sawdust tersebut berasal dari sisa hasil pengolahan industri meubel disekitar PLTU.

Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR-RI di PLTU Barru, Sugeng Suparwoto mengapresiasi langkah PLN dalam mendukung program energi bersih melalui pemanfaatan biomasa dalam pelaksanaan co-firing PLTU. “Saat ini Indonesia sedang berupaya mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% di tahun 2025 dan net zero emission di tahun 2060. Sulawesi patut berbahagia karena bauran EBT di Sulawesi saat ini paling tinggi dibandingkan kepulauan yang lain yakni mencapai 34,3% dari total bauran energi yang ada di Sulawesi,” tuturnya

Sugeng menambahkan, dalam menerapkan program Co-firin PLN memperhatikan potensi terjadinya tradeoff dengan aspek lain seperti deforestasi yang mana erat kaitannya dengan isu climate change dunia.

Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Maluku, Papua & Nusa Tenggara, Adi Priyanto menjelaskan, PLTU Barru memasok kebutuhan energi listrik ke Sistem Kelistrikan Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan sebagian Sulawesi Tengah yang terhubung melalui jaringan 150 kV.

“Sejak beroperasi tahun 2012 sampai dengan tahun 2021, PLTU Barru telah memproduksi energi listrik sebesar 3,37 TWh dan pada periode 2021, produksi energi listrik PLTU Barru berkontribusi sebesar 4,6% terhadap total produksi energi di Sistem Sulawesi Bagian Selatan,” paparnya.

Adi Menambahkan, saat ini untuk mendukung program energi bersih (Green Energy)” PLTU Barru 2×50 MW juga telah memanfaatkan FABA (Fly Ash & Bottom Ash) menjadi produk tepat guna seperti batako, kanstin, roster, yang mana sudah banyak dimanfaatkan sendiri untuk pengerjaan jalan di lingkungan PLTU maupun perbaikan jalan umum masyarakat sekitar PLTU melalui program TJSL.

Kedepan juga PLTU Barru akan mengimplementasikan Produk FABA dan campurannya untuk bantuan sosial di beberapa fasilitas umum daerah maupun kota di Sulawesi selatan seperti bantuan pembangunan Rumah FABA, Bangunan Sekolah dasar FABA, dan lain sebagainya. (*)

Pos terkait