Debarkasi Makassar Dimulai 28 Juli, PPIH Siap Sambut Jemaah Haji

Debarkasi Makassar Dimulai 28 Juli, PPIH Siap Sambut Jemaah Haji
Kloter I Embarkasi Makassar (UPG) yang berangkat 17 Juni 2022 lalu, akan kembali ke Tanah Air pada 28 Juli 2022 mendatang.

Makassar, Upeks.co.id–Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi. Sulsel KH. Khaeroni, selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Makassar (UPG), menyebutkan jemaah haji kloter pertama yang berasal dari Kota Makassar, Kota Parepare dan Kabupaten Soppeng tiba pada Kamis tanggal 28 Juli 2022 Pukul 16.40 Wita dengan menumpang pesawat Garuda GA.1201.

Hal tersebut diungkapkan mengikuti rapat koordinadi (Rakor) Persiapan masa Debarkasi/Kedatangan Jemaah Haji Indonesia via Zoom yang dipimpin Plt. Sekjen dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI, Muhammad Aqil Irham, Selasa, 12 Juli 2022.

Bacaan Lainnya
Debarkasi Makassar Dimulai 28 Juli, PPIH Siap Sambut Jemaah Haji
KH.Khaeroni

Untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19, kata Khaeroni, sejumlah PPIH Kabupaten/Kota di Sulsel sudah menyiapkan skema penjemputan langsung dengan menggunakan transportasi darat bagi Jemaah hajinya setelah melalui proses penerimaan dan screening kesehatan di Asrama haji Sudiang Makassar. Sementara untuk jemaah haji di luar Provinsi Sulsel pihak PPIH tetap menyiapkan Asrama Haji bilamana ingin digunakan menjadi lokasi transit sementara sebelum diberangkatkan ke provinsinya masing-masing.

Pihak PPIH Debarkasi Makassar juga sudah mempersiapkan diri dan mengantisipasi adanya keluarga atau kerabat jemaah haji boleh melakukan penjemputan, utamanya dari Kabupaten Kota terdekat, tapi harus tetap memenuhi protokol kesehatan secara ketat.

“Akan ada dua titik berpotensi dalam penyebaran Covid-19. Pertama, saat penjemputan jemaah haji oleh keluarga atau kerabat. Sudah menjadi tradisi bahwa yang menjemput seorang jemaah haji tidak hanya satu orang, bisa dua, tiga, empat, bahkan lebih. Andai kata satu orang dijemput oleh 2-3 mobil, satu mobil berisi 4-5 orang, bisa dilihat berapa orang yang akan berkerumun disitu,” jelas Khaeroni di ruang kerjanya.

“Kedua, nanti waktu pulang, juga sudah menjadi tradisi kerabat dan saudara jemaah haji akan berdatangan dan berinteraksi. Ini harus kita lakukan sosialisasi dan edukasi kepada mereka supaya tetap mematuhi protokol kesehatan,” lanjutnya.

Khaeroni juga menegaskan, apabila ditemukan gejala Covid-19 pada jemaah haji, maka keluarga yang bersangkutan dianjurkan untuk tidak mengunjungi dahulu jemaah haji tersebut.

Secara Umum, PPIH Embarkasi Debarkasi Makassar menyatakan siap menerima kepulangan Jemaah haji yang berasal dari 8 Provinsi di Indonesia Timur, Embarkasi Haji Makassar (UPG) berjumlah 7.320 orang Jemaah haji, dan Alhamdulillah sampai saat ini belum menerima kabar adanya jemaah haji yang meninggal dunia apalagi sakit parah.

Sementara Muhammad Aqil Irham meminta secara khusus kepada PPIH Debarkasi, Kanwil Kemenag dan UPT Asrama Haji se-Indonesia agar melakukan persiapan menyambut tamu-tamu Allah dari Tanah Suci dengan melakukan pengendalian situasi utamanya yang terkait kesehatan karena masih pandemi, keamanan dan kenyamanan jemaah haji.

Lebih lanjut, Muhammad Aqil Irham mengatakan bahwa proses pemulangan dan penerimaan Jemaah haji sudah dikomunikasikan dengan Menko PMK selaku Menag RI ad Interim dan Menkes RI.

Kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji akan pulang ke Tanah Air mulai 15 Juli 2022. Ada empat embarkasi yang akan mengawali fase pemulangan ini, yaitu: kloter pertama Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG), Jakarta-Bekasi (JKS), Padang (PDG), dan Solo (SOC).

Terpisah Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Sulsel H. Ikbal Ismail selaku Sekretaris PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar mengatakan bahwa PPIH sudah menyiapkan fasilitas Poliklinik kesehatan di Asrama haji Sudiang Makassar. PPIH melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dan Kanwil Kantor Kesehatan Perlabuhan (KKP) juga sudah menyiapkan ambulan dan rumah sakit rujukan terdekat bila ditemukan jemaah haji dalam keadaan darurat kesehatan yang butuh penanganan lebih lanjut.

“Kemudian di asrama haji, kami akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan agar menyiapkan tim untuk memeriksa jemaah haji yang baru datang. Jadi mereka akan melakukan screening dengan Thermal Scanner,” terang Ikbal.

“Apabila ditemukan gejala-gejala Covid-19 maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan yakni antigen atau PCR. Apabila ditemukan reaksi ringan maka akan dilakukan isolasi oleh satgas covid daerah. Apabila ditemukan reaksi berat maka akan dilarikan ke rumah sakit yang telah ditetapkan,” lanjutnya.

Setelah melakukan pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Embarkasi/kepulangan, kata Ikbal, jemaah haji akan diberikan kartu kewaspadaan kesehatan yang berisi data-data mengenai kesehatan jemaah.
“Kartu ini dapat dipergunakan untuk melakukan pemeriksaan di puskesmas atau rujukan ke rumah sakit,” tambahnya.

Hal lain, lanjut Ikbal Ismail,n Air Zam zam buat Jemaah Haji Debarkasi Makassar sebagian sudah didistribusi ke daerah . “Mudah-mudahan proses Debarkasi lancar sebagaimana proses Embarkasi tentu ini semua berkat kerjasama dan koordinasi yang baik yang sudah terjalin dengan seluruh stakeholder pelaksanaan Haji selama ini di Embarkasi Debarkasi Haji Makassar,” tandasnya. (rls)