SOPPENG,UPEKS.co.id— Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Soppeng menggelar penamatan akbar peserta didik Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Soppeng.
Ketua IGRA Soppeng, Jumasni mengatakan kegiatan ini mengangkat tema, melalui penamatan Raudhatul Athfal mari mentradisikan ilmu, mengaktualisasikan agama menuju generasi emas berkualitas dan berakhlakul karimah pemilik masa depan.
Kata Jumasni, jumlah guru yang ada di Raudhatul Athfal (RA) ini sebanyak 144 orang, dan peserta didik dari empat lembaga sebanyak 685 orang siswa-siswi.
“Saya berharap kiranya Raudhatul Athfal senantiasa mendapatkan perhatian dan pembinaan dari Bupati Soppeng,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Soppeng, Fitriadi juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Soppeng yang telah memberikan dukungan dan bimbingan kepada kita semua.
Mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) yang dibina oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Soppeng begitupun dengan Raudhatul Athfal yang dibina oleh Kemenag Soppeng.
“Hal ini merupakan salah satu bentuk sinergitas kita dengan Bupati Soppeng,” ucap Fitriadi.
Dikatakan, Raudhatul Athfal (RA) ini milik yayasan yang dibina oleh Kemenag. Sedang para guru yang ada merupakan kolaborasi dari guru Kemenag dan Dinas Pendidikan.
Di RA ini hanya ada delapan guru PNS, selebihnya guru non PNS. Namun dalam melaksanakan kegiatan tidak kalah dari guru PNS. Karena apa yang di ajarkan akan membekas sampai di bangku kuliah, dan diharapkan mengajarkan anak-anak akhlakul karimah dan segala hal-hal yang baik.
“Harapan kami selaku Kepala kantor Kemenag kepada Bupati Soppeng agar memperhatikan bangunan RA karena kebanyakan semi permanen. Semoga bisa mendapatkan dana untuk memperbaiki bangunan tersebut demi kelancaran proses belajar mengajar,” terangnya.
Sementara Bupati Soppeng, H Andi Kaswadi Razak menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pengamatan peserta didik RA.
Terkait guru di RA lebih banyak non PNS, lanjut Kaswadi, kondisi tersebut tidak beda jauh dengan pemerintah daerah dimana yang lebih berkualitas, lebih rajin dan lebih banyak bekerja rata-rata tenaga sukarela.
“Inilah kemiripan kita dengan pemerintah daerah dan itulah faktanya. Saya juga ucapkan selamat kepada anak- anakku sekalian yang telah menyelesaikan satu tahapan proses pembelajaran, tidak semua orang bisa merasakan hal seperti ini. Saya yakin dimasa yang akan datang kita bisa terus meningkatkan kemampuan dan terus membina anak-anak kita,” tutupnya. (Min)

