Dua Guru Besar FBS UNM Gelar Pelatihan Cipta dan Baca Puisi Bagi Guru MGMP BI SMP di Kabupaten Majene

Dua Guru Besar FBS UNM Gelar Pelatihan Cipta dan Baca Puisi Bagi Guru MGMP BI SMP di Kabupaten Majene

 

Makasssr, Upeks — Keterampilan bersastra bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia (BI) di SMP sangat penting dan dibutuhkan. Seorang guru BI diharapkan memiliki kompetensi pengetahuan dan penguasaan keterampilan bersastra sehingga dapat mengimplementasikan dalam pembelajaran untuk kepentingan siswanya. Guru kompeten dan terampil akan berimbas pada kemampuan dan keterampilan siswanya dalam bersastra.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan wawancara dengan guru-guru SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) BI di Kabupaten Majene diperoleh informasi bahwa pada umumnya guru-guru BI belum paham dan terampil dalam bersastra, termasuk cipta dan baca puisi. Padahal, kedua aspek itu sangat bermakna dalam pembelajaran puisi. Karena itu, diperlukan solusi mengatasi kelemahan guru-guru dengan mengadakan pelatihan cipta dan baca puisi.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Makassar (LP2M UNM), Prof.Dr.Ir. Bakhrani Rauf, M.T., IPU. dalam sambutan pembukaan kegiatan PKM Terpadu PPs UNM angkatan 3 yang mewakili Rektor UNM, Prof.Dr.Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU., Asean Eng. menyampaikan pesan dan harapan Rektor UNM agar para pengabdi datang dan hadir di Kabupaten Majene untuk memberi solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat sehingga masyarakat Majene pada khususnya dan Sulawesi Barat pada umumnya akan unggul, maju, dan sejahtera.

Sejalan dengan permasalahan yang dihadapi para guru BI di Kabupaten Majene dan sesuai arahan dan petunjuk Rektor UNM, dua Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM memberi solusi dengan menggelar Pelatihan Cipta dan Baca Puisi Lingkungan Hidup bagi Kelompok Guru MGMP Bahasa Indonesia SMP di Kabupaten Majene, Sabtu, 28 Mei 2022, di Ruang Kelas SMP Negeri 2 Majene. Kedua Guru Besar FBS UNM di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra adalah Prof. Dr. Anshari, M.Hum. dan Prof. Dr. Kembong Daeng, M.Hum.

Prof. Anshari yang juga menjabat Wakil Direktur 3 PPs UNM memaparkan berbagai teori dan konsep dalam keterampilan bersastra. Selain itu, dia juga menjelaskan proses kreatif sastra. Dalam hal ini, guru-guru disuguhi pengetahuan dan keterampilan mengolah ide atau gagasan menjadi karya sastra puisi. Para guru ditantang mencari dan menggali sumber ide atau gagasan dari lingkungan hidup sekitarnya. Lingkungan hidup dapat berupa; suasana di rumah, sekolah, pasar, laut, gunung, sungai, dan sebagainya.

Sementara itu, Prof. Kembong Daeng menguraikan teknik menulis (cipta) dan baca puisi. Penyair bahasa Makassar itu mengungkapkan bahwa tujuan utama menulis puisi adalah mengekspresikan atau menyampaikan isi hati dalam bentuk tulisan dengan bahasa yang indah. Untuk baca puisi, Prof. Kembong Daeng mengharapkan guru memerhatikan, yakni volume suara, artikulasi, intonasi, gerak tubuh, mimik, dan pandangan mata. Dia menyarankan agar guru-guru memperbanyak latihan voka dan olah tubuh, memperbaiki dan menggunakan teknik yang sesuai, dan mengevaluasi teknik yang digunakan.

Keterampilan cipta dan baca puisi hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktik dan banyak latihan. Karena itu, dalam pelatihan ini, para guru dilatih menulis dan membaca puisi. Menulis puisi dipandu Prof. Kembong Daeng, sedangkan membaca puisi dituntun Rosita Desriani, S.S., S.Pd. yang juga dikenal sebagai pembaca puisi di Sulawesi Selatan.

Metode pelatihan yang digunakan, yaitu teknik ceramah, latihan, dan penugasan. Teknik ceramah dan latihan dilaksanakan secara luring atau tatap muka, sedangkan penugasan diselenggarakan secara daring. Para guru diberi kesempatan mengerjakan tugas penulisan puisi bertema lingkungan hidup dan disetor melalui e-mail.

“Meskipun pertemuan luring dan tatap muka berlangsung singkat, kami para peserta sangat termotivasi dan tercerahkan atas penjelasan dua guru besar dari FBS UNM. Kami banyak memeroleh pengetahuan dan keterampilan menulis dan membaca puisi. Dengan bekal yang didapatkan dari pelatihan ini, kami akan mengaplikasikan dalam pembelajaran sehingga siswa dapat terimbas ilmunya,” ungkap salah seorang dengan rasa puas dan tersenyum.(rls)