Persiapan Idul Fitri, KPPU Makassar Fokus Pada Ketersediaan Minyak Goreng

Persiapan Idul Fitri, KPPU Makassar Fokus Pada Ketersediaan Minyak Goreng

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman bersama Hilman Pujana, Kepala Kantor Wilayah VI KPPU Makassar, dan  Kapolda Sulsel, Irjen (Pol) Nana Sudjana serta Inspektur Kodam XIV Hasanuddin, Brigjen TNI Dwi Endrosasongko Inspeksi Mendadak (Sidak), Kamis (21/04/2022).

Sidak tersebut untuk mengecek harga dan ketersediaan Bahan Pokok menjelang Hari raya Idul Fitri di Pasar Terong Makassar. Andi Sudirman mengatakan harga komoditas relatif stabil meskipun menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan pantauan kami, jelang Idul Fitri harga komoditas pangan di Makassar relatif stabil, tidak ada kenaikan harga yang signifikan” ucap Andi Sudirman.

Sementara dari ketersediaan pasokan sambung Andi Sudirman pun juga terkendali, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Sulsel ini merupakan sentra komoditas pangan seperti penghasil beras, holtikultura, telur, daging ayam dan daging sapi,” ucap Andi Sudirman.

Sementara Kepala Kantor Wilayah VI KPPU Makassar Hilman Pujana menambahkan, kegiatan pengecekan harga dan ketersediaan pasokan ke pasar dilakukan kali ini memastikan distribusi pasokan bapokting berjalan dengan lancar.

“Saat ini yang menjadi perhatian khusus KPPU adalah komoditas minyak goreng. Disampaikan juga terkait dengan perkembangan penegakan hukum oleh KPPU terkait minyak goreng,” tandas Hilman.

Ia mengaku kasus minyak goreng yang berlangsung saat ini dalam tahapan penyelidikan, yaitu proses pengumpulan alat bukti. Untuk wilayah Sulsel Tim penyelidikan sudah melakukan permintaan dokumen kepada distributor dan retail dan akan segera dijadwalkan pemanggilan kepada beberapa pihak.

“Kami minta kepada pelaku usaha untuk kooperatif dalam proses penyelidikan ini,” tegas Hilman.

Terkait gejolak harga yang mengalami sedikit kenaikan sambung Hilman adalah  telur ayam yang semula Rp 40.000/rak kini naik menjadi Rp 45.000/rak.

Hal ini, berdasarkan informasi dari pedagang sambung Hilman kenaikan tersebut dipengaruhi oleh adanya permintaan untuk program bansos. 

“Kenaikan lainnya adalah daging ayam yang semula Rp 60.000/ekor kini menjadi Rp 80.000/ekor dengan bobot 2,6 kg s.d 2,8 kg. Untuk cabe rawit dan cabe besar cenderung turun berkisar Rp 25.000/kg. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan berkisar Rp55.000/2 liter, sedangkan yang curah Rp14.000 /liter dan/atau Rp 15.500/kg di level agen,” ucap Hilman. (aca)