Satgas Penanganan Darurat Bencana Gempa Gelar Konferensi Pers, Berikut Penjelasannya 

  • Whatsapp
Satgas Penanganan Darurat Bencana Gempa Gelar Konferensi Pers, Berikut Penjelasannya 

Selayar, Upeks.co.id — Bencana gempa bumi NTT bermagnitudo 7,4 SR yang melanda wilayah kabupaten Kepulauan Selayar beberapa waktu lalu telah meninggalkan banyak korban. Bukan hanya korban materi tetapi juga telah menimbulkan korban luka-luka khususnya pada dua kecamatan terluar di Kabupaten Kepulauan Selayar yang berbatasan langsung dengan pusat gempa di laut flores NTT, yakni Kecamatan pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu.

Tujuh hari pasca gempa, Pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar masih fokus menitikberatkan distribusi logistik pada masa penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR. Logistik yang didistribusikan ke lokasi terdampak gempa terus diupayakan tepat sasaran dan mencukupi para korban baik yang masih bertahan di pengungsian maupun yang sudah balik ke rumah masing-masing.

Bacaan Lainnya

Demikian diungkapkan Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali dalam keterangan persnya di media center penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR, Jalan Muh. Karaeng Bonto Benteng Selayar, Selasa (21/12/2021) sore.

Bupati didampingi oleh Dansatgas penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR, Letkol Kav. Adi Priatna, bersama Wadan satgas AKBP Ujang Darmawan Hadi Saputra, SH,S.IK.,M.M,M.IK serta Sekda Kepulauan Selayar Mesdiyono yang juga adalah Wadan Satgas penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR.

Bupati mengatakan, kendala saat ini dalam pendistribusian logistik adalah karena cuaca ekstrim. Sedangkan alat transportasi pengangkut logistik yang digunakan sementara ini kata basli Ali KM Banawa Nusantara 90, KM Bunga Batari, dan KM Salsabila. Selanjutnya ada kapal dari ASDP yaitu KMP Balibo, ditambah satu kapal milik TNI AL dan satu Helikopter dari BNPB serta satu speed boad.

“Karena cuaca saat ini lagi ekstrim, sehingga kami bersama tim memaksimalkan Helikopter untuk pendistribusian logistik untuk sampai ke dua kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu,” ucap Basli Ali.

Basli Ali mengatakan sejauh ini bantuan logistik yang masuk di posko induk berasal dari 73 donatur, diantaranya dari Presiden RI, Kemensos, Gubernur Sulsel, Pangdam, Kapolda, serta donatur lainnya. Sebagian besar logistik yang masuk kata dia sudah didistribusikan ke dua kecamatan terdampak.

meski demikian lanjut Basli Ali bahwa bantuan yang masih ada di posko induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar segera didistribusikan ke wilayah Kecamatan Pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu.

Dalam keterangannya, Bupati Kepulauan Selayar mengungkapkan jumlah pengungsi pada saat gempa kurang lebih 18 ribu orang, namun saat ini masih bertahan di pengungsian tersisa kurang lebih 6.500 orang. Sedangkan rumah rusak total 471 unit, dengan rincian rusak berat 205, rusak ringan 172, dan rusak sedang 94 unit. Kendati demikian masih ada beberapa desa yang sementara didata dari tim kaji teknis.

“Total kerugian masih sementara dihitung karena fokus kita distribusi logistik agar kebutuhan pengungsi terpenuhi,” tutup Basli Ali. (Sya)