MAROS, Upeks.co.id — Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sujana meninjau kegiatan vaksinasi massal di Kabupaten Maros, Kamis, 23 Desember 2021.
Kegiatan vaksinasi massal yang digelar di Maros secara bersamaan juga dilaksanakan di seluruh indonesia, yang dihadiri Ketua DPR, Menko PMK, Menkes, Menhub, dan Kapolri dari titik vaksinasi di Kabupaten Bogor melalui teleconference.
Irjen Pol Nana Suhana mengatakan target vaksinasi di Sulsel sekitar 70 persen hingga akhir Desember 2021. Dimana jumlah warga Sulsel sebanyak 9 juta penduduk.
“Alhamdulillah, dalam waktu satu bulan terakhir ada peningkatan sangat signifikan, dari 42 persen sekarang kita sudah mencapai 63,1 persen,” jelasnya.
Ia menyebut butuh sekitar 6,9 persen agar target capaian vaksinasi akhir tahun 2021 tercapai.
“Masih ada waktu delapan hari dibulan Desember, makanyak kita target satu hari satu persen insyaallah itu bisa mencapai target 70 persen,” jelasnya.
Maka dengan itu pihaknya terus mengoptimalkan waktu yang masih ada menjelang akhir tahun.
“Tidak ada lagi istilah tanggal merah, kami terus bekerja untuk melaksanakan vaksinasi untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.
Dia menyebut saat ini jumlah pasien covid 19 masih fluktuatif. Dalam sehari terkonfirmasi dibawah 10 orang, hal ini menunjukkan covid-19 masih ada.
Dia menegaskan masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi pertama untuk tetap melakukan vaksin didosis kedua.
“Vaksin pertama kekebalannya hanya berkisar 10 hingga 15 persen, sedangkan untuk dosis Kedua sekitar 75 persen,” jelasnya.
Dia mengungkapkan bahwa hoaks atau berita bohong terkait vaksin covid 19 termasuk kendala dalam mencapai target 70 persen.
“Ada berita yang muncul bahwa vaksin itu tidak halal, padahal vaksin ini dijamin kehalalannya dari MUI, dan juga POM telah meneliti tidak ada efek yang membahayakan,” jelasnya.
Selain itu yang menjadi kendala adalah masyarakat yang ber ktp Sulsel banyak yang bekerja diluar daerah.
“Kemudian masalah demografi juga, banyak masyarakat yang tinggal di pulau, jadi sulit untuk menjangkau ke pelosok atau pulau terpencil, namun dalam waktu dekat ini kita akan upayakan untuk menjangkau mereka,” ujarnya. Diketahui, saat ini stok vaksin di berjumlah 900 ribu dosis .(alfi)

