BAZNAS Kota Metro dan Tanggamus Lampung Belajar Pengelolaan ZIS di BAZNAS Makassar

  • Whatsapp
BAZNAS Kota Metro dan Tanggamus Lampung Belajar Pengelolaan ZIS di BAZNAS Makassar

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Metro Lampung ingin belajar ke BAZNAS Kota Makassar. Pasalnya, BAZNAS Makassar merupakan salah satu rujukan nasional. BAZNAS Makassar bukan saja punya kemampuan mengelola, melainkan dapat menjalin kerjasama yang baik lintas sektoral, utamanya dengan pemerintah kota, hingga aparat keamanan dalam hal ini Polres Pelabuhan Makassar.

Hal itu mengemuka di sela-sela kunjungan di Metro Lampung dan Tanggamus dipimpin Ketua BAZNAS Kota Makassar H Ashar Tamanggong, didampingiAhmad Taslim (Wakil Ketua I), dan H Jurlan Em Sahoas (Wakil ketua II) ke Baznas Metro, Rabu 22 Desember 2021. 

Bacaan Lainnya

Saat itu, para komisioner BAZNAS Makassar diterima Ketua Drs.Moch Yamin, M.Pd.I didampingi Ir.HM.Erwin Djunaidi P.I.A,MM (Wakil Ketua I), Drs.H.Moch Maymi M.Pd.I (Wakil Ketua II), dan Drs.Fachruzzaman Ismail, SH (Wakil Ketua III).

Dalam suasana kekeluargaan, H.Ashar Tamanggong mengurai berbagai program kerja kerja, sejak dilantik Walikota Makassar, April 2021. Dalam menjalankan program, pihaknya juga  melibatkan seluruh komponen, utamanya pemerintah Kota Makassar, berbagai lembaga pemerintah, termasuk  masyarakat, dan para muzakki.

Sederet program yang diurai Ashar Tamanggong, mulai dari Saudagar Tangguh Baznas yang dikemas dalam bentuk Bantuan Operasional Dhuafa Produktif. Bantuan ini, setidaknya karena  kebanyakan pelaku UMKM, kurang memiliki kemampuan atau kecakapan meningkatkan produktivitas. Malah, masih ada pelaku ekonomi kecil ini menjatuhkan pilihan kepada rentenir. Akibatnya, keuntungan mereka dihabiskan untuk membayar utang.

Program ini, demikian Ashar Tamanggong, merupakan salah satu jalan meningkatkan dan mengangkat pelaku UMKM. Pihaknya juga meyakini, program ini dapat  membangkitkan  pelaku ekonomi ummat, sekaligus dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri layaknya Saudagar Tangguh. Hanya saja, para penerima harus melalui proses asesemen. Jumlahnya, mulai Rp2000.000, hingga Rp7000.000, tanpa pengembalian.

Menurutnya, BAZNAS Makassar tidak sekadar memberikan bantuan operasional tersebut, melainkan mendampingi penerima, utamanya  dalam hal memanej, agar usaha mereka berkembang. 

Program lainnya adalah, memberikan beasiswa bagi kaum dhuafa mulai SD, SMP, MIN, MTsN, MAN, hingga S1. Sunatan massal bagi 500 orang juga menjadi program Baznas hingga akhir Desember mendatang. Dan, pembagian makanan di kantong kantong kemiskinan, perkampungan kumuh, hingga di emperan emperan jalan dan emperen toko.

Mendengar urai tersebut, para komisioner BAZNAS Kota Metro sangat berkeinginan untuk terus menjalin komunikasi dengan BAZNAS Makassar. Malah, mereka berkeinginan datang secara langsung ke Makassar untuk belajar kiat sukses menjalankan lembaga pemerintah nonstruktural ini. (rilis)