Takalar,Upeks.co.id– H. Ahmad Daeng Tonang (ADT), sosok pengusaha energik dibidang kuliner yang sukses dengan usaha rumah makannya ikut andil dalam menyisihkan rejekinya untuk meringankan beban masyarakat Takalar yang tertimpa musibah.
Dengan rasa kemanusiaan, pria yang familiar dengan sebutan Bos Daeng Makassar ini melalui relawan ADT Peduli menyerahkan santunan berupa uang tunai dan paket Sembako kepada keluarga korban bakar diri, Safaruddin, di Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Kamis (23/12/2021).
”Bantuan yang diberikan ini semata-mata atas dasar kepedulian kepada mereka yang mengalami kesusahan karena musibah yang menimpa mereka. Semoga keluarga yang tertimpa musibah agar tetap sabar dan tawakkal dan semoga sedikit bantuan dari kita ini bisa membantu dan bisa meringankan beban dan juga bermanfaat,” ucap Ketua relawan ADT Peduli, Ismail Tato.
Menurutnya, setiap orang yang memiliki kelebihan tidak ada salahnya untuk membantu sesama mereka yang mengalami kesusahan. “Kalau bukan kita siapa lagi yang akan membantu mereka,” ungkapnya.
Dijelaskannya, bantuan yang diberikan ADT Peduli kepada keluarga Safaruddin, jangan dilihat dari besar kecilnya, melainkan keikhlasan dalam memberi. “Semoga apa yang Pak ADT berikan ini bisa membantu korban agar bisa segera sembuh,” ujarnya.
Sementara itu, korban bakar diri tak disengaja, Safaruddin yang berprofesi sebagai nelayan itu, mengaku sangat salut dengan sosok ADT yang begitu peduli dengan masyarakat Takalar yang kurang mampu.
”Kami sangat salut kepada Pak ADT, orangnya berjiwa sosial dan langsung turun membantu warga yang kesusahan atau terkena musibah.
Terima kasih kepada Pak ADT atas bantuannya kepada kami yang baru saja tertimpa musibah,” ucapnya.
Safaruddin pun menceritakan kronologi musibah yang dialaminya. Kala itu, ia bersama rekan-rekannya yang juga berprofesi nelayan tengah mencari ikan di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur pada tanggal 17 Desember 2021 lalu.
Ketika itu Safaruddin sedang membersihkan baling-baling mesin kapal nelayan dengan menyelam di laut. Setelah itu, Safaruddin pergi mandi.
“Saat itu, saya menyelam untuk membersihkan baling-baling mesin kapal. Setelah selesai, saya naik kembali ke kapal dan bergegas pergi mandi. Saya lihat ada jeriken, saya kira itu isinya air. Saya pun langsung siram ke badan, baru saya sadari bahwa itu bensin. Kebetulan saat itu, ada teman yang sedang masak nasi, api pun langsung menyambar dan menyala,” terangnya.
Menyadari dirinya terbakar, Safaruddin pun langsung lompat ke laut. Setelah kejadian itu, Safaruddin bersama rekannya langsung pulang ke Takalar. “Alhamdulillah, kondisi saya sudah mulai membaik pak,” ungkapnya.(rif)

