Diabetes Mellitus Terkendali Berkat Program Rujuk Balik

Diabetes Mellitus Terkendali Berkat Program Rujuk Balik

 

Bacaan Lainnya

Baubau, Upeks.co.id – Sabir (59), salah satu peserta JKN-KIS dan seorang penderita penyakit diabetes mellitus asal Kota Baubau, menceritakan pengalamannya menggunakan kartu JKN-KIS sampai saat ini untuk menjalani kontrol  kondisinya. Sabir yang merupakan pensiunan PNS, awalnya tidak pernah menyangka akan menderita diabetes melitus, karena selama ini merasa kondisinya cukup baik.

“Saya mengetahui terkena diabetes melitus sejak tahun 1997 saat masih aktif sebagai PNS di Puskesmas. Dulu berat badan saya memang saat itu cukup berat dan saat ini tiba-tiba turun drastis. Setelah memeriksakan diri ternyata saya sudah terkena penyakit ini,” ucapnya, Senin (04/10).

Penyakit ini pun mempengaruhi mata Sabir, sehingga ia mengalami masalah penglihatan. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankannya untuk mulai menggunakan terapi suntik insulin.

“Saya melakukan terapi suntik insulin sejak tahun 2019 kemarin sampai saat ini supaya kondisi saya stabil,” ungkapnya.

Hingga saat ini, ia sangat patuh melakukan suntik insulin tiap harinya. Ia dibantu oleh istrinya yang telah diajarkan oleh petugas Puskesmas. Tiap bulannya ia membutuhkan tiga pen insulin.

“Awalnya saya membeli sendiri insulin ini, untuk harganya lumayan mahal, bisa sampai 800 ribu rupiah per bulannya. Sejak saya menjadi peserta Program Rujuk Balik (PRB), saya cukup ke Puskesmas tiap bulannya untuk mengambil resep dan menebusnya di Apotek PRB terdaftar. Semua diberikan oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS tanpa ada biaya sedikit pun,” ungkap Sabir.

Ia mengakui bahwa dirinya juga telah mendapatkan informasi terkait pelayanan peserta PRB yang dapat mendapatkan resep untuk dua bulan pelayanan. Layanan ini diharapkan untuk mengurangi kontak peserta satu sama lain sehingga dapat mencegah penularan Covid-19.

“Alhamdulillah dengan adanya layanan resep obat yang berlaku untuk 2 bulan ini, saya tidak harus setiap bulan datang ke Puskesmas untuk mengambil resep. Terima kasih BPJS Kesehatan dan semoga Program JKN-KIS ini terus ada,” katanya. (mf/se)