MAN 2 Makassar Siap Jadi Madrasah Internasional, Komisi VIII DPR RI Janji Kawal

  • Whatsapp
MAN 2 Makassar Siap Jadi Madrasah Internasional, Komisi VIII DPR RI Janji Kawal

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar saat ini siap menjadi Madrasah Internasional dimana outputnya bisa diterima di perguruan tinggi ternama di Dunia dan Timur Tengah. Kesiapan tersebut dibuktikan dengan torehan sejumlah prestasi berskala nasional bahkan internasional yang telah diraih baik madrasah, guru maupun siswanya selama ini.

Hal tersebut diungkapkan Kepala MAN 2 Kota Makassar, Hj. Darmawati S.Ag, M.Pd, di hadapan anggota DPR RI dari Komisi VIII DPR RI saat mengunjungi madrasah tersebut, dalam rangka Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM), Sabtu (9/10/2021).

Bacaan Lainnya

“Atas kondisi itu, sangat berharap kepada Komisi VIII DPR RI, Menteri Agama dan Kakanwil, agar sarana penunjang ke arah cita-cita besar madrasah tersebut bisa dibantu dan terealisasi. Seperti laboratorium terpadu dan penambahan RKB,” pinta Mantan Kepala MTsN 1 Makassar.

Terkait Keinginan dan permintaan Kepala MAN 2 Makassar akan adanya laboratorium terpadu sebagai sarana pendukung utama menuju madrasah berskala internasional.

MAN 2 Makassar Siap Jadi Madrasah Internasional, Komisi VIII DPR RI Janji Kawal

“Kami dari Komisi VIII DPR RI sepenuhnya mendukung, dan Insya Allah akan kami bahas dan kawal usai reses masa persidangan pertama ini selesai,” ucap Kang Ace Hasan Syadzily, Ketua rombongan, disambut Aplaus seluruh Hadirin.

Kedatangan Rombongan Komisi VIII DPR RI seperti H Samsu Niang, Idah Syahidah Rusli Habibie, Itje Siti Dewi Kuraesin, M.Ali Ridha, M.Husni, Lisda Hendrajoni, dan M.Rizal didampingi langsung oleh Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel Khaeroni bersama sejumlah pejabat di lingkup Kanwil. Tampak pula hadir, Wakil Rektor UIN Alauddin Makassar, Kasubdit Sarana dan Prasarana Ditjen Pendis Kemenag RI, Kakankemenag Kota Makassar, Pengurus Komite Madrasah (MAN 2 Makassar), dan sejumlah tenaga pengajar di madrasah ini.

Sementara Itu Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel, H. Khaeroni dalam sambutannya memaparkan bahwa Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di setiap Madrasah dan Pondok Pesantren di Sulsel mengacu kepada Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam dan setelah berkoordinasi dengan Pemprov. Sulsel sudah dimulai dengan memulai langkah awal berupa Vaksinasi terhadap Tenaga Pendidik dan Kependidikan serta Siswa.

Meskipun demikian, kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan di Kementerian Agama Sulsel tetap merupakan prioritas utama, sehingga pelaksanaan PTM Terbatas dengan aturan Prokes ketat yang saat ini jumlahnya sekitar 59 persen dari 2009.

“Madrasah tetap dibuatkan alternatifnya, diantaranya pembatasan Jumlah Siswa saat PTM serta membuka ruang bagi orangtua siswa untuk memilih PTM atau PJJ bagi anaknya, dan bagi yang Memilih PJJ Kemenag tetap memfasilitasi Pulsa Internet,” tandas Khaeroni. (rls)