Komisi VIII DPR-RI Tinjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas MAN 2 Makassar

  • Whatsapp
Komisi VIII DPR-RI Tinjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas MAN 2 Makassar

MAKASSAR, Upeks.co.id–Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia  (DPR RI) dari Komisi VIII dipimpin wakil ketua Komisi  H. Ace Hasan Syadzily melakukan kunjungan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Makassar, melihat langsung proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Sabtu 9 Oktober 2021.

Dalam kunjungan tersebut dan beberapa anggota Komisi VIII DPR RI yang hadir seperti Samsu Niang, Idah Syahidah Rusli Habibie, Itje Siti Dewi Kuraesin, M.Ali Ridha, M.Husni, Lisda Hendrajoni, dan M.Rizal. Mereka melihat langsung tiga ruang kelas yang sedang melakukan proses belajar tatap muka terbatas, karena siswa masih ada belajar dari rumah masing-masing. “Bagusan mana belajar di rumah dengan di sekolah,” tanya anggota legislatif Partai Golkar ini. “Bagus tatap muka,”kata siswa MAN 2 serentak yang ikut belajar dari rumahnya.

Bacaan Lainnya

Kepala MAN 2 Makassar Hj. Darmawati S.Ag, M.Pd mengungkapkan, saat ini hanya 30% kelas yang masuk pada proses pembelajaran tatap muka atau enam kelas. Secara keseluruhan 36 kelas. “Pada pirinsipnya kami di madrasah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas,” kata mantan Kepala MTsN 1 Makassar ini.

Sebelumnya pihaknya sudah sukses melaksanakan vaksinasi kepada siswa MAN 2 Makassar pada pertengahan Agustus 2021. Dimana launchingnya dihadiri langsung Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.Komisi VIII DPR-RI Tinjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas MAN 2 Makassar

Bagi siswa yang belajar secara offline dan online, kata dia, memiliki kesempatan yang sama. Siswa menggunakan aplikasi Jamboard, papan tulis digital. “Kalau anak-anak belajar matematika, anak di Madrasah mencatat di papan tulis secara offline, yang di rumah mencakara di papan digital, ada dua orang yang bekerja,”ungkapnya.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel, H. Khaeroni dalam sambutannya memaparkan bahwa Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di setiap Madrasah dan Pondok Pesantren di Sulsel mengacu kepada Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam dan setelah berkoordinasi dengan Pemprov. Sulsel sudah dimulai dengan memulai langkah awal berupa Vaksinasi terhadap Tenaga Pendidik dan Kependidikan serta Siswa.

Dalam kunjungan yang disambut dengan tarian, turut hadir kepala Kanwil Kemenag Sulsel H. Khaeroni, Kabid Pendidikan Madrasah H. Rappe, Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren H Mulyadi Iskandar, Kakan Kemenag H Arsyad Ambo Tuwo. (rls)