Pastikan Akurasi Data Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan dan Pemda Baubau Gelar Rekonsiliasi

  • Whatsapp
Pastikan Akurasi Data Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan dan Pemda Baubau Gelar Rekonsiliasi

Bacaan Lainnya

 

Baubau, upeks.co.id– Dalam rangka memastikan akurasi dan validitas data Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Aparat Sipil Negara (ASN) dan TNI Polri, BPJS Kesehatan Cabang Baubau melaksanakan rekonsiliasi dengan Pemerintah Daerah Kota Baubau, Kodim, Yonif 725 dan Polres Kota Baubau. Pertemuan berlangsung di ruang pertemuan Zenith, Selasa (21/09).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Baubau, Andri Nurcahyanto menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan akan terus berupaya meningkatkan validitas data peserta sehingga tidak terjadi kesalahan data peserta yang dapat mengganggu pelayanan.

“Pertemuan ini adalah langkah pertama untuk dapat memperoleh validitas data peserta, bukan hanya jumlah namun data nama dan alamat yang tepat perlu dilakukan pengecekan,” kata Andri.

Andri juga berharap dalam pelaporan data peserta diharapkan dukungan dari Pemerintah Kota Baubau dalam hal ini yang Dinas Kependukukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) terkait validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Perlunya pembaruan data peserta ketika terjadi penambahan anggota keluarga dan terbit NIK baru dari Disdukcapil, terkadang peserta tersebut enggan melaporkan bahwa telah terjadi perubahan data. Dan kegiatan ini akan kita lakukan secara periodik di tiap tahunnya, agar terciptanya data peserta valid. Kami sampaikan terima kasih atas partisipasi dinas dan instansi terkait,” imbuh Andri.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan Kota Baubau, Herlianti menyampaikan bahwa sering terjadi permasalahan di lapangan terkait dengan administrasi kepesertaan.

“Permasalahan yang sering kita jumpai bahwa NIK tidak sesuai dengan kartu keluarga, dan tentunya harapan kami pada saat terjadi kesalahan tersebut kami berharap dapat langsung mengatasi masalah tersebut,” ungkap Herlianti

Ia juga menambahkan bahwa Dinas Kesehatan akan segera melakukan pengecekan terkait beberapa data peserta JKN-KIS yang ditemukan bermasalah.

“Tadi telah disampaikan bahwa beberapa data peserta PBI APBD yang belum valid, kami akan segera menindaklanjuti terkait data tersebut dan semoga di akhir tahun akan diusahakan untuk dapat mencapai Universal Health Coverage (UHC),” ungkapnya.