Literasi Digital Sulawesi 2021 Hindari Akses Konten Negatif dan Selalu Dampingi Anak Ketika Bermain Gawai

  • Whatsapp
Literasi Digital Sulawesi 2021 Hindari Akses Konten Negatif dan Selalu Dampingi Anak Ketika Bermain Gawai

 

Muna, Upeks.co.id– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 15 September 2021 di Muna, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Lindungi Diri dari Bahaya Pornografi”.

Bacaan Lainnya

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini, yaitu Kepala Lab Teknologi Pendidikan UNM & Aktivis Japelidi Citra Rosalyn Anwar; Duta Bahasa Sulawesi Tengah 2021 Sherina Lauren Raharjo; GM IBT Maleo Techno Center Sulawesi Tengah Muhammad Nurramadan; dan Dosen Jurnalistik Universitas Halu Oleo & Peneliti Pendidikan Sulawesi Tenggara Djufri Rachim. Sedangkan moderator yaitu Tristanya Dyah selaku Jurnalis. Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Muna, Yanti Setiawan juga ikut hadir sebagai Keynote Speaker. Webinar yang diadakan secara gratis ini dihadiri oleh 837 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi pertama dibawakan Citra Rosalyn Anwar yang menyampaikan tema “Pentingnya Cakap Bermedia Digital”. Menurut dia, warganet dinilai cakap digital jika mampu mengoperasikan alat sekaligus bermedia digital dengan tanggung jawab. Misalnya, memahami perangkat media sosial dan aplikasi media sosial, mengenali ciri kebohongan, pandai menjaga privasi diri dan orang lain, serta mengelola jejak digital.

Selanjutnya, Sherina Lauren Raharjo menyampaikan paparan berjudul “Bahaya Pornografi”. Ia mengatakan, pornografi merupakan penggambaran erotis, baik berupa tulisan, lukisan, gambar, video yang dapat membangkitkan nafsu birahi. Bahayanya meliputi kecanduan, merusak otak, keinginan mencoba dan meniru, serta memulai tindakan seksual. Oleh sebab itu, orang tua wajib menanamkan ajaran agama dan norma pada anak, mengajarkan internet sehat dan aman, dan menerapkan aplikasi pengamanan pada gawai.

Pemateri ketiga, Muhammad Nurramadan memaparkan tema “Kecanduan internet, Mengelola Budaya Digital yang Produktif”. Menurut dia, dari internet banyak bisa dilakukan, mulai dari belanja online, menonton drama favorit, membaca berita, bahkan mencari referensi dan ide. Agar produktif, warganet dapat memanfaatkan internet untuk berjualan online, membuat konten positif, atau menambah pengetahuan dari akses laman pendidikan.

Adapun Djufri Rachim, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Peran Orang Tua dalam Pendidikan Internet Aman dan Sehat untuk Anak”. Menurut dia, para ahli mengungkapkan bahwa waktu ideal anak menggunakan internet maksimal selama 2 jam, bahkan untuk anak di bawah 2 tahun belum diperkenankan kecuali untuk panggilan video. Orang tua juga diharapkan membuat aturan penggunaan gawai bagi anak serta mendampingi ketika mengakses internet atau bermain game online.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Tristanya Dyah. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya, Habibi di Muna yang bertanya tentang kiat sebagai orang tua untuk menghindari anak kecanduan gawai. Menanggapi hal tersebut, M Nurramadam bilang, sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain, membatasi waktu penggunaan gawai, membuat aturan, serta jangan biarkan anak menggunakan gawai sendiri.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(rls)