Guru Kejuruan SMK Dibekali Pengetahuan Komputer dan Jaringan

  • Whatsapp
Guru Kejuruan SMK Dibekali Pengetahuan Komputer dan Jaringan

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memfasilitasi penyelenggaraan Pendidikan Instalasi Perangkat Wireless dan Microwave untuk Guru Kejuruan SMK.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dalam hal ini Kantor Staf Presiden dan Kemendikbudristek dengan Huawei Indonesia. Pelatihan ini untuk meningkatkan pemahaman guru kejuruan SMK di bidang komputer dan jaringan khususnya pada perangkat Wireless dan Microwave.
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di Huawei ASEAN Academy Engineering Institute Jakarta selama 6 hari dan dibuka langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn.) Dr Moeldoko serta turut dihadiri CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Kemendikbudristek dengan Huawei Indonesia yang telah berlangsung sejak tahun 2019, dimana sebelumnya sudah ada 502 peserta didik SMK yang mengikuti pelatihan Instalasi Perangkat Wireless dan Microwave.
Untuk tahun 2021 total peserta yang akan mengikuti pelatihan sebanyak 140 guru kejuruan dari SMK yang ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan yang dibagi menjadi 7 angkatan. Setiap angkatan akan diikuti oleh 20 guru. Selain itu para peserta pelatihan diminta untuk melakukan alih pengetahuan baik teori atau praktik kepada peserta didik di sekolahnya masing-masing kepada minimal 60 peserta didik.

Moeldoko dalam sambutannya mengatakan bahwa program sinergis Training of Trainers (ToT) antara Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek dan Huawei Indonesia ini, sangat strategis dalam mendukung kebutuhan industri terhadap lulusan-lulusan SMK siap kerja secara berkelanjutan dan akseleratif.

Menurutnya, melalui program ini, para guru SMK dapat memperoleh pelatihan langsung dari para ahlinya dari Huawei. Dengan basis kemampuan mengajarnya, ilmu yang telah diperoleh para guru dari para pakar tentunya akan lebih mudah ditularkan kepada murid muridnya, sehingga proses alih pengetahuan dan teknologi menjadi lebih efektif.

“Program pelatihan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pemerintah untuk mencetak 9 juta SDM Digital di Indonesia pada 2030 serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas pada 2045. Apresiasi yang tinggi untuk sinergi Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek dan Huawei Indonesia,” kata Moeldoko dalam keterangan resminya, Selasa (21/9/2021).

Sementara Jacky Chen mengatakan, Program Training of Trainers yang digelar ini merupakan program berkelanjutan Huawei yang fokus pengembangan kompetensi SDM Digital Indonesia yang telah dimulai sejak pertama kali hadir di Indonesia lebih dari 21 tahun lalu.

“Untuk optimalisasi program ini, kami menyediakan fasilitas dengan teknologi terkini serta pengajar berkompetensi dunia bagi para guru kejuruan SMK peserta pelatihan ini. Kami optimistis, program pelatihan ini akan mengakselerasi misi kami turut berkontribusi dalam mencetak 100 ribu SDM Digital berkompetensi dalam kurun waktu 5 tahun,” katanya.

Wikan Sakarinto menambahkan, pendidikan vokasi merupakan bagian penting dari sistem pendidikan nasional yang memiliki posisi strategis untuk mewujudkan sumber daya manusia dan tenaga kerja yang berkualitas.

“Paradigma pendidikan vokasi dengan industri harus berubah, SMK tidak menyiapkan lulusan sendirian dan industri tidak sebagai penerima lulusan saja, namun diharapkan keduanya dapat bersinergi secara aktif sejak awal proses pembelajaran untuk mempersiapkan lulusan vokasi agar memiliki kompetensi hard skills maupun soft skills sesuai kebutuhan dunia kerja,” terangnya.

“Guru sebagai garda terdepan dalam kemajuan pendidikan vokasi, tentu perlu meningkatkan kompetensinya, terlebih lagi perkembangan teknologi yang pesat menuntut guru untuk adaptif terhadap perubahan, serta memiliki kreativitas dalam memberikan pengajaran kepada peserta didik,” pungkasnya. (eky)