Isolasi Apung, Pasien Sehat, Pelni Pun ‘Segar’

Isolasi Apung, Pasien Sehat, Pelni Pun 'Segar'

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar punya berbagai cara menekan penularan Covid-19. Salah satunya dengan membuat terobosan isolasi apung di tengah laut.

Ide membuat isolasi apung di tengah laut ini muncul dari kepala Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto. Dia mengajak PT Pelni untuk membuat terobosan yang belum pernah dilakukan di Indonesia, yakni dengan mengubah kapal penumpang milik PT Pelni menjadi “hotel” bagi para pasien Covid-19 yang tak bergejala.

Keinginan itu bersambut baik. Ini bisa menggerakkan “mesin” PT Pelni yang terimbas Covid-19. Akibat pandemi ini jumlah penumpang angkutan laut anjlok.

Bacaan Lainnya

KM Umsini dipercayakan kepada Pemkot Makassar untuk diubah menjadi kapal pesiar bagi pasien Covid-19. Kapal penumpang ini disulap dalam hitungan hari menjadi tempat isolasi pasien covid.

Kapal ini secara resmi beroperasi sebagai armada isolasi apung pada Senin (2/8/2021) lalu. Sebanyak 100 pasien yang berasal dari 47 puskesmas se-kota Makassar menjadi penumpang perdana.

Meski berada di laut, kapal ini tak benar-benar berlayar. KM Umsini menyangkutkan jangkarnya di antara Pulau Lae-Lae dan Pantai Losari.

“Isolasi apung terpadu menghadirkan konsep recovery,training motivasi serta olahraga dan rekreasi. Konsep ini di padukan agar tidak ada kejenuhan selama masa isolasi yang tentunya dalam pengawasan dan pendampingan tenaga medis,” ujar Danny.

Adapun paket yang di berikan kepada tiap peserta yakni masker,vitamin dan juice tradsar. Untuk juice tradsar sendiri merupakan minuman herbal Makassar yang telah memiliki izin BPOM dan di percaya dapat mengobati covid-19.

Sementara itu dari total jumlah peserta isolasi yang masuk perdana dominan berasal dari cluster keluarga.

Direktorat Jenderal Perhubungan laut R. Agus H Purnomo memuji penanganan pasien Covid 19 di Kapal Laut Umsini. Bahkan jadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia.

Menurut Dirjen Agus, dirinya sengaja datang ke Makassar untuk melihat sendiri fakta mengenai kapal isolasi apung, menemui wali kota untuk kondisi kapal, kondisi pasien kemudian lingkungannya pasien dirawat.

“Alhamdulillah saya bisa naik kapal melihat situasi kondisi kapal. Kapalnya cukup lumayan bersih, rapi petugasnya juga memenuhi persyaratan, saya dan walikota berbincang bincang dengan pasien disana, selama dirawat selama 5- 6 hari mereka senang tidak stres dan enjoy rasanya Pemkot menyediakan isolasi apung bermanfaat bagi masyarakat,” katanya saat berkunjung Selasa (10/8/2021) lalu.

Dirjen berharap masyarakat dapat menggunakan fasilitas isolasi apung mandiri yang disediakan pemerintah Kota Makassar.

“Kami sudah diperintahkan tim perhubungan laut dan Pelni mulai di Minahasa, Bitung, Sorong dan Belawan menyusul Jayapura dan Lampung. Ternyata multi player efek dari Isoman bahwa seluruh kementrian dan masyarakat berbondong bondong berpartisipasi mensukseskan ini kita harus berterima kasih kepada Pemkot Makassar,” terangnya.

Ide isolasi apung ini pun menjadi percontohan nasional dan diterapkan di empat daerah di Indonesia. Bahkan, terakhir, Isolasi Apung mendapat sorotan dari sejumlah media asing.

Seperti yang ditulis reuters.com dengan judul “Indonesian Ferry Turns Floating Isolation Centrer for COVID-19 Patients”.

Menyusul sejumlah media asing seperti media Singapura The Straits Times, media Malaysia malaysia.syafaqna.com yang mengutip reuters.

Seperti diketahui isolasi Apung telah menyediakan 785 kamar bagi pasien Covid-19. Pemerintah Kota Makassar menyiapkan sejumlah fasilitas yang menyenangkan bagi warga yang menjalani Isolasi.

Mulai dari fasilitas kesehatan, olahraga, motivasi, rekreasi bagi para pasien isolasi.

Juru bicara Makassar Recover, Henni Handayani mengatakan bahwa saat ini pemerintah kota Makassar terus bekerja memutus mata rantai Covid.

“Sebuah kesyukuran dari tim Makassar Recover dan Pemkot Makassar karena isolasi apung menjadi percontohan nasional dan dapat perhatian dunia lewat media asing,” kata Henni.

Namun menurutnya, program ini bukan ajang gagah-gagahan, akan tetapi tujuannya untuk membantu warga menjalani isolasi dengan memberikan pelayanan terbaik.

“Ini adalah bentuk upaya nyata Pemkot dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Kita berharap program ini akan berkontribusi pada semangat perlawanan Makassar terhadap Covid-19,” tandasnya. (a)

Pos terkait