BANTAENG,UPEKS.co.id — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bantaeng melaksanakan Donor Darah rutin untuk internal Pegawai Rumah Sakit dan eksternal ke SKPD -SKPD di Bantaeng. Kegiatan ini berlangsung di RSUD Bantaeng, Senin (2/8/2021).
Kabid Penunjang dan Pengendalian Pelayanan RSUD Bantaeng, Muhajir mengatakan kegiatan ini dalam rangka peduli kemanusiaan dan untuk persediaan stok darah, karena penggunaan darah saat ini sangat tinggi, sehingga kita butuh persediaan darah yang cukup.
“Saat ini persediaan golongan darah O saja sudah kosong, jadi kita hari ini mengundang seluruh karyawan rumah sakit untuk bisa mendonorkan darahnya. Tentunya sesuai dengan persyaratan – persyaratan donor darah. Kita berharap adanya kegiatan donor darah rutin ini, bisa menjaga stok darah di Rumah Sakit Bantaeng dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan pasien, khususnya kesehatan masyarakat Bantaeng,” jelas Muhajir.
Selain itu, kita juga melayani permintaan darah dari daerah tetangga seperti Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bulukumba, ketika memang kita masih ada stok darah, tambah dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantaeng, H.Sahabuddin yang termasuk orang pertama mendonorkan darah pada kegiatan ini mengajak kepada seluruh warga untuk ikut berpartisipasi memberikan darah kepada orang lain yang membutuhkan, sebagai ibadah sambil menolong sesama.
Dirut RSUD Bantaeng Dr. Sultan, M.Kes berharap dengan dilakukannya donor oleh Wakil Bupati Bantaeng menjadi contoh bagi teman – teman di instansi lain. Pasalnya, untuk menjaga stok darah di Rumah Sakit memang dibutuhkan kolaborasi antara seluruh ASN di Bantaeng, untuk ditularkan kepada masyarakat, kata dia.
“Berharap nanti ada jadwal untuk per bulan di setiap instansi, seperti hari ini kita buka di Rumah Sakit, bulan depannya Dinas kesehatan, bulan depannya lagi Dinas Koperasi. Sebenarnya ini sudah jalan di masing – masing Puskesmas, tapi dengan meningkatnya jumlah perawatan Rumah Sakit ini tentu berbanding lurus dengan kebutuhan darah yang dibutuhkan oleh pasien yang ada di Rumah Sakit,” pungkasnya. (Irwan Patra)




