Viral Perkelahian Berdurasi 30 Detik Antara Remaja, Kapolres: Damai dengan Restorative Justice

  • Whatsapp
Viral Perkelahian Berdurasi 30 Detik Antara Remaja, Kapolres: Damai dengan Restorative Justice

ENREKANG, UPEKS.co.id — Perkelahian yang terjadi antara pemuda dan videonya viral di sosial media, berujung damai.

Gerak cepat Kepolisian mempertemukan keluarga dari pihak yang terlibat perkelahian pada hari Sabtu siang (17/07/21) yang lalu, Kapolsek Anggeraja AKP Rusli, SH dan Kapolsek Baraka IPTU Lukman,SH akhirnya berhasil mendamaikan kedua-belah pihak

Bacaan Lainnya

Perkelahian bermula saat MF dan MA berboncengan dengan menggunakan sepeda motor dari arah Saruran menuju Baraka setelah berada 50 Meter sebelum SPBU keduanya tersebut bertemu dengan SA yang mengendarai sepeda.

selanjutnya MF menatap SA sehingga SA merasa tersinggung dan mengatakan kepada MF “ Panggil Temanmu Banyak-banyak Karena Tangan Saya Gatal”. Namun perkataan itu tak ditanggapi, MF dan MA melanjutkan perjalanannya hingga di kampung Baraka.

Viral Perkelahian Berdurasi 30 Detik Antara Remaja, Kapolres: Damai dengan Restorative Justice

“Setiba di Baraka MF bersama MA kembali ke kampung Saruran dengan maksud untuk menemui SA untuk memperjelas maksud kata – kata dari SA dan apa masalahnya namun setelah MF tiba di kampung Saruran langsung di pukuli / di tinju oleh SA mengenai kepala bagian belakang dari MF”. Kata Kapolsek.

MA yang melihat temannya di pukuli bermaksud membantu dan memukul SA sebanyak 2 kali yang mengenai pipi dan bahu.

“Selanjutnya SH membantu SA dan memukuli / meninju dan menendang MF dan MA sehingga MF terjatuh, saat itu SA kembali memukul dan menendang MF kemudian dilerai oleh warga sekitar,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Enrekang, AKBP Dr.Andi Sinjaya,SH,S.IK,MH, membenarkan telah terjadi perkelahian di depan SPBU Saruran, Desa Saruran, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang dan telah berhasil mendamaikan kedua belah pihak pada hari Senin (19/07/21) dini hari.

“kita fasilitasi pertemuan keluarga bersama Pihak Kadus Banca dan Kasi Pemerintahan Lurah balla, alhamdulillah akhirnya kedua belah pihak sepakat berdamai yang kemudian dituangkan dalam surat perjanjian tertulis” tegasnya.

Menjadi atensi tambahnya, mengingat diantara pelaku perkelahian ini masih ada anak di bawah umur yang berstatus sebagai pelajar sehingga lebih dikedepankan penyelesaian tanpa jalur hukum melalui Mekanisme Restorative Justice yang menghadirkan kepolisian sebagai pemecah permasalahan di tegah masyarakat. (Sry)

 

Pos terkait