Dikbud Enrekang Segera Sosialisasi Kegiatan Tatap Muka Terbatas

  • Whatsapp
Dikbud Enrekang Segera Sosialisasi Kegiatan Tatap Muka Terbatas
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang, Jumurdin

ENREKANG, UPEKS.co.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Enrekang akan melakukan sosialisasi terkait tatap muka terbatas bagi sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Hal ini disampaikan Kadis Pendidikan, Jumurdin,S.Pd,.M. Pd kepada Upeks, Kamis (22/7/2021).

Mengingat saat ini Kabupaten Enrekang sudah masuk ke dalam zona kuning Covid-19, sehingga Bupati Enrekang telah mengeluarkan Peraturan Bupati tentang Pertemuan Tatap Muka Terbatas, namun belum dilakukan sosialisasi.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, Jumurdin menjelaskan pihaknya akan menunggu beberapa hari ke depan apakah sudah tidak ada lagi lonjakan Covid-19 di Enrekang.

“Sudah ada surat edaran Bupati. Cuman kita tunggu dulu beberapa hari ini apakah sudah tidak ada lonjakan Covid-19 lagi atau masih ada. Setelah itu kita akan mulai sosialisasi ke sekolah- sekolah,” kata Jumurdin.

Sosialisasi harus disampaikan agar pihak sekolah betul-betul memahami persyaratan untuk bisa diperbolehkan melakukan tatap muka terbatas.

“Kabupaten Enrekang sudah diberikan kewenangan untuk melakukan tatap muka terbatas karena kita sudah masuk status kuning ke zona hijau namun persyaratannya sangat ketat terutama gurunya harus memiliki sertifikat vaksin,” ujarnya.

Selin itu pihak sekolah harus menyiapkan sarana cuci tangan, hand sanitizer, masker dan hanya boleh dilakukan sebanyak 50 persen peserta didik yang ada di dalam kelas.

“Selain itu, pada kegiatan tatap muka terbatas hanya dilakukan 3 hari dalam satu Minggu dan tidak ada kegiatan lain seperti keluar main dan lain-lain. Jadi anak disekolah hanya diperbolehkan tiga jam saja, tidak ada jam istirahat. Habis belajar mereka langsung pulang,” terangnya.

Meski sebentar lagi akan berlangsung sekolah tatap muka terbatas, Kadis Pendidikan tetap meminta agar pihak sekolah tetap memperhatikan Protkes di wilayah masing-masing. Hal ini dilakukan agar Kabupaten Enrekang tidak terjadi lonjakan Covid-19 setelah dilakukan tatap muka antara Siswa dan gurunya. (Sry)