Sekda Selayar Salat Ied Bersama Warga di Lapangan Pemuda Benteng

  • Whatsapp
Sekda Selayar Salat Ied Bersama Warga di Lapangan Pemuda Benteng

SELAYAR, UPEKS.co.id — Sekretaris daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si, bersama para Asisten Setda dan sejumlah pejabat lainnya Shalat Iduladha bersama warga di Lapangan Pemuda Benteng, Selasa (20/7/2021).

Terpantau salat Ied dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker sebelum memasuk area shaf, masyarakat dianjurkan mencuci tangan kemudian menggunakan hand sanitizer yang telah disiapkan oleh panitia.

Bacaan Lainnya

Salat Iduladha 10 Dzulhijjah 1442 Hijriyah kali ini dipimpin oleh seorang Iman yang berasal dari Gaza Palestina, Syekh Muhammad Al Ghuo. Sementara Khatib oleh Asisten Kesra Setda H. Arfan Arief yang juga selaku Ketua Dewan Mesjid Indonesia Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sekda Selayar Salat Ied Bersama Warga di Lapangan Pemuda Benteng

Dalam kutbahnya yang berjudul “Ikhlaslah, maka berkurban menjadi lebih ringan dan Allah pun ridha”

H. Arfan Arief menekankan pentingnya mewarisi nilai dan semangat berkorban yang telah ditunjukkan oleh keluarga Nabi Ibrahim Alaihi salam, istrinya Hajar dan Putranya Ismail.

“Inilah konsepsi lailahaillallah dalam kehidupan berkeluarga, semua berkorban dengan dasar ketulusan tanpa pamrih,” ucapnya.

Hal ini menjadi lebih bermakna manakala dikaitkan dengan bencana yang saat ini menimpa dunia, termasuk daerah Kepulauan Selayar. Corona telah meluluhlantakkan tatanan kehidupan dunia.

“Mekkah sepi, Madinah sunyi, Ka’bah dipagari, Mesjid ditutup, salaman dihindari,” ucapnya lagi.

Lanjut dikatakan ketika Corona datang, kita dipaksa mencari Tuhan bukan hanya ditembok Ka’bah, di masjid, di mimbar Khutbah, bukan pada shalat jamaah, bukan dengan jabat tangan, melainkan pada keterisolasian kita.

“Corona mengajari kita bahwa itu bukan melulu pada keramaian, bukan melulu pada syariat. Tuhan itu ada pada jalan keterputusan kita dengan dunia yang berpenyakit. Corona memurnikan agama, bahwa tak ada yang boleh tersisa kecuali Tuhan itu sendiri,” pungkasnya. (Sya)

 

Pos terkait