Kuasa Hukum Tepis PT Ta Disangka Pailit Di Bawah Kepemimpinan Yasir Mahmud

  • Whatsapp
Kuasa Hukum Tepis PT Ta Disangka Pailit Di Bawah Kepemimpinan Yasir Mahmud

MAKASSAR, UPEKS.co.id — PT. Ta Disangka adalah perusahaan yang bergerak di Bidang Hasil Pertanian dan Jasa. Yasir Mahmud memimpin perusahaan sejak tahun 2007 hingga 2014.

Periode berjalan Yasir Mahmud menjadikan perusahaan  berkembang pesat dan memiliki beberapa unit usaha yang menjanjikan. Bahkan kepercayaan pemodal dan perbankan akhirnya ikut menawarkan kerjasama.

Bacaan Lainnya

Tahun 2013-2014 adalah masa transisi. Dimana Yasir Mahmud mulai melirik dunia politik dan menjadi caleg DPR-RI. Karena kesibukan dan aturan kerjasama yang mengikat dengan pemodal berkaitan dengan keterlibatan dengan partai politik  sehingga Yasir Mahmud menjual keseluruhan saham pada PT. Ta Disangka kepada Burhanuddin dan Gunawan masing-masing sebagai Direktur Utama dan Komisaris melalui dokumen resmi akta notaris Wahyu Indriawati, S.H, M.Kn Notaris dan PPAT. Akta pernyataan keputusan rapat tgl 31 januari 2014.

Kuasa Hukum Yasir Mahmud, Muhammad Nursalam mempersilakan semua pihak mengecek pemberitaan media maupun KPU sekaitan proses pencalegan Yasir Mahmud yang berjalan mulus.

“Jadi sekali lagi kami mengklarifikasi tentang isu pailitnya PT. Ta Disangka sudah tidak berkorelasi dan tidak relevan lagi untuk dipersoalkan sebagai syarat pengangkatan Yasir Mahmud sebagai Dirut PERSERODA,” terang Muhammad Nursalam.

Kuasa Hukum Yasir Mahmud lainnya, Adhi Bintang menambahkan bahwa sejak 2015-2016 akhirnya perusahaan di bawah kendali Burhanuddin berjalan tanpa ada kaitannya dengan Yasir Mahmud. Itu karena telah terjadi jual putus melalui jual beli saham.

“Agunan berupa aset dalam bentuk tanah dan gedung masih tetap atas nama Yasir Mahmud, mengingat besarnya biaya yang muncul saat itu sehingga tidak dilakukan perubahan status balik nama,” jelasnya.

Adhi Bintang menerangkan aset atas nama Yasir Mahmud tidak dilakukan perubahan sertifikat karena jual-beli saham perusahaan sah secara akad menggunakan asset tersebut. Dalam perjalanan 2016-2017, perusahaan dinyatakan pailit dan akhirnya diproses inkrah secara hukum.

“Penyebabnya karena terjadi penggelapan dana oleh beberapa oknum karyawan perusahaan, kepala cabang, kolektor dan admin perusahaan,” paparnya.

Sehubungan karena aset masih atas nama Yasir Mahmud, akhirnya banyak orang masih menganggap bahwa PT. Ta Disangka adalah perusahaan miliknya. “Secara hukum kalau seseorang dianggap pailit maka BI Checking pasti akan memberi catatan hitam atas namanya. Justru, saat ini banyak perbankkan silih berganti datang memberikan penawaran kerjasama,” sambung Adhi Bintang.

Dalam proses hukum berjalan dinyatakan tersangka dan vonis kepada lima orang pimpinan dan karyawan. “Diantaranya; saudara dedenk, hakim, adi cs, dan safar. Keputusan pengadilan menjatuhi vonis empat tahun kepada terdakwa. Sejak tahun 2014 hingga saat ini perusahaan PT.Ta Disangka tidak ada kaitannya dengan Yasir Mahmud, dan secara inkrah, putusan pengadilan menegaskan bersalah kepada pimpinan cabang, kolektor, dan admin perusahaan,” tegasnya.

“Tentu kami juga berkewajiban mengklarifikasi pemberitaan terkait issue Pailit PT.Tadisangka yang dikaitkan dengan Yasir Machmud , silahkan dicek kebanaran yang kami sampaikan,” tutup Adhi Bintang. (mah)