Puasa, Pusat Pelatihan dan Meramadhankan 11 Bulan Lainnya

  • Whatsapp
Puasa, Pusat Pelatihan dan Meramadhankan 11 Bulan Lainnya

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Pesantren Ramadhan Virtual UMI membahas “Puasa sebagai Pusat Pelatihan dan Meramadhankan Sebelas Bulan Lainnya” dengan narasumber Dr.Hj.Nurjannah Abna, M.Pd (Kepala Humas dan Protokol UMI), Kamis (6/5).

Hadir Wakil Dekan I FK UMI Dr.dr.Nasruddin Andi Mappawere, Kabid Konseling UPT. PKD UMI Syahrul, M.Psi., para Wakil Dekan IV UMI, dan sejumlah mahasiswa UMI, dipandu Host Dr.M. Ishaq Shamad dan Ir.Rusli Roy.

Bacaan Lainnya

Dr.Nurjannah Abna menjelaskan, Ramadhan menjadi pusat pelatihan bagi umat Islam untuk dapat mengendalikan diri, mengendalikan emosi, dan meningkatkan kemampuan untuk berbagi kepada sesama.

Selain itu, bulan puasa juga mendidik dan melatih untuk melakukan banyak ibadah, terutama ibadah shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunat.

Dikatakan keberhasilan puasa yang dilakukan dapat dilihat indikatornya setelah selesai bulan Ramadhan, apakah umat Islam masih mampu melanjutkan semua ibadah yang dilakukan di dalam bulan Ramadhan, jelasnya.

Host Dr.M.Ishaq Shamad mengemukakan, disinilah perlunya “meramadhankan sebelas bulan di luar bulan Ramadhan”, dengan berusaha menjalankan ibadah shalat lail, menjaga lisan, menjaga emosi, dan berusaha tetap saling membantu sesama.

Ir Rusli Roy menanyakan bagaimana tips pertahankan agar kebiasaan baik di bulan Ramadhan, senantiasa terpelihara di luar bulan Ramadhan?, tanyanya.

Kabid Konseling UPT PKD UMI, Syahrul menjelaskan dengan mengemukakan pentingnya melakukan “Habituasi”, yakni membiasakan diri terhadap amalan-amalan dan ibadah yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan.

Kebiasaan Salat lima waktu, salat-salat sunnat di malam hari, dilakukan dengan salat lail di luar bulan Ramadhan. Selain itu, kebiasaan membantu sesama manusia dengan memberi makan dan minum bagi orang yang membutuhkan, jelasnya.

Dr.Nasruddin Andi Mappawere, menambahkan pentingnya menjadikan bulan Ramadhan sebagai puncak dari ibadah-ibadah yang dilakukan di luar bulan Ramadhan sebelumnya.

Bulan Ramadhan yang menjadi awal dimulainya ibadah dan kebiasaan yang baik, kemudian diteruskan di luar bulan Ramadhan. Namun jika ada yang melaksanakannya demikian, juga tidak apa-apa atau bisa disebut “blended”.

Selain itu, Ramadhan sebenarnya diartikan sebagai “Rahim”, seperti pada Rahim ibu, selain berarti kasih sayang. Bulan Ramadhan menebarkan kasih sayang kepada sesama manusia, ibaratnya kasih sayang ibu kepada anak- anaknya, jelasnya.

Host Dr.M.Ishaq Shamad menambahkan, dalam Rahim ibu, ada tali pusar, yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi dan jalur nutrisi bayi dari ibunya.

Hubungan yang sangat erat antara ibu dan anaknya terus berlanjut sampai bayi tersebut dewasa. Demikian pula-lah, harapannya agar bulan Ramadhan tetap terkonected dengan dengan bulan-bulan lainnya di luar Ramadhan.

Dengan demikian, kebiasaan baik dalam beribadah di dalam bulan puasa tetap terpateri di luar bulan Ramadhan, tutupnya.