Pertegas Prokes Idul Fitri, Sekda Rakor Virtual Dengan Camat, Kades dan Lurah

  • Whatsapp
Pertegas Prokes Idul Fitri, Sekda Rakor Virtual Dengan Camat, Kades dan Lurah

SIDRAP UPEKS.co.id— Sekretaris Kabupaten Sidrap, Sudirman Bungi memimpin rapat koordinasi secara virtual dengan Camat, Kepala Desa dan Lurah, Rabu 5 Mei 2021 di ruang kerjanya.

Rapat membahas persiapan pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 H/2021 M serta tindak lanjut penerapan kebijakan
larangan mudik.

Bacaan Lainnya

Sekda Sudirman Bungi didampingi Sekretaris Dinas Pemdes PPA, Suharya Angriani, Kabid Humas IKP Kominfo, Anwar D. Nurdin dan Kasubag Otonomi Daerah, Andi Ifdhal Budiwahyudi.

Di awal rapat, Sudirman Bungi memberi gambaran situasi pandemi Covid-19 di India saat ini yang tidak terkendali.

Hal tersebut, sambungnya, disebabkan karena kelengahan disebabkan rasa aman dengan penurunan angka Covid-19.

“Pembatasan pemerintah India yang awalnya ketat mulai dilonggarkan, kegiatan-kegiatan masyarakat dibuka termasuk ritual keagamaan. Akibatnya terjadi lonjakan kasus yang tidak mampu dikendalikan lagi,” ujar Sudirman Bungi.

“Kita tentu tidak ingin kondisi itu terjadi di Indonesia. Khususnya pada momen Idul Fitri yang berpotensi mengumpulkan orang dalam jumlah besar. Presiden telah memberikan arahan agar mulai Presiden, Gubernur, Bupat/Walikota, Camat, Kepala Desa dan Lurah agar satu suara melakukan pengetatan mencegah penularan
virus,” tegas Sudirman Bungi.

Lanjut Sudirman Bungi mengatakan, sesuai imbauan Menteri Agama, salat Idul Fitri boleh dilaksanakan berjemaah di Masjid-Masjid pada wilayah dengan kategori hijau dan kuning.

“Sidrap masuk wilayah kuning menuju hijau, berarti dibolehkan melaksanakan Idul Fitri dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” ungkap mantan Lurahan Pangkajene.

Untuk menghindari kerumunan besar dan lama, kata Sudirman Bungi , ia mengimbau agar pelaksanaan salat Idul Fitri tidak terpusat di satu lokasi dan tidak dilaksanakan di lapangan sepak bola.

“Makin banyak titik pelaksanaan makin bagus. Di masjid-masjid, halaman masjid atau halaman Sekolah bisa dipergunakan. Jadi perbanyak titik pelaksanaan salat Id untuk mengurai kerumunan,” harap Sudirman Bungi.

Sudirman Bungi juga berpesan agar para Camat, Kepala Desa dan Lurah agar mensosialisasikan dan memberi pengertian kepada masyarakat kebijakan pengetatan protokol kesehatan serta pelarangan mudik.

“Ini demi kebaikan bersama, demi keselamatan diri sendiri, keluarga serta seluruh masyarakat. Semoga ini bernilai ibadah bagi kita semua,” ungkap Sudirman Bungi.

Berikut sejumlah aturan dalam pelaksanaan salat Idul Fitri 1442:

1. Jemaah wajib bermasker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
2. Jumlah jemaah tidak lebih 50% daya tampung masjid. Jika diperlukan, boleh menggunakan halaman masjid.
3. Panitia menyiapkan petugas khusus memastikan pelaksanaan protokol kesehatan. Aparat Kecamatan, Desa
dan Kelurahan bertugas memantau penerapan protokol kesehatan tersebut.
4. Jemaah membawa alat salat sendri serta wudhu dari rumah.
5. Dianjurkan tidak berjabat tangan atau salaman langsung.
6. Sebelum shalat Id, panitia melakukan penyemprotan disinfektan.
7. Khutbah salat Id maksimal 20 menit.
8. Tidak dibolehkan tabir keliling.
9. Ada petugas khusus yang mengedar kotak amal (celengan).
10. Bagi yang merasa tidak sehat atau tidak fit dianjurkan tidak ikut salat Id di masjid.
11. Tidak ada kegiatan open house.

 

Pos terkait